Mau Resign? Panduan Lengkap & Contoh Surat Penarikan Perletakan Jawatan yang Ampuh
Menulis surat perletakan jawatan bukanlah keputusan yang mudah. Kadang kala, setelah menyerahkan surat tersebut, Anda mungkin berubah pikiran. Entah karena tawaran balasan dari perusahaan, pertimbangan pribadi, atau alasan lainnya, menarik kembali surat perletakan jawatan adalah hak Anda. Namun, proses ini perlu dilakukan secara resmi dan profesional agar tetap menjaga hubungan baik dengan perusahaan. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai contoh surat rasmi penarikan perletakan jawatan, beserta tips dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan.
Mengapa Menarik Balik Surat Perletakan Jawatan?¶
Sebelum membahas contoh suratnya, penting untuk memahami alasan mengapa seseorang ingin menarik balik surat perletakan jawatan. Ada berbagai faktor yang bisa memengaruhi keputusan ini. Memahami alasan-alasan ini dapat membantu Anda dalam menyusun surat penarikan yang efektif dan meyakinkan.
Tawaran Balasan dari Perusahaan¶
Salah satu alasan paling umum adalah tawaran balasan dari perusahaan. Setelah Anda menyerahkan surat perletakan jawatan, perusahaan mungkin menyadari nilai Anda dan memberikan tawaran yang lebih baik. Tawaran ini bisa berupa kenaikan gaji, promosi jabatan, tanggung jawab baru, atau perbaikan kondisi kerja lainnya. Tawaran balasan ini bisa sangat menarik dan membuat Anda mempertimbangkan kembali keputusan untuk keluar.
Image just for illustration
Pertimbangan Peribadi¶
Alasan lain bisa datang dari pertimbangan pribadi. Mungkin setelah merenungkan lebih dalam, Anda menyadari bahwa keputusan untuk keluar terlalu terburu-buru. Faktor-faktor seperti keluarga, lokasi kerja baru yang kurang ideal, atau bahkan perubahan suasana hati bisa memengaruhi keputusan Anda. Pertimbangan pribadi ini sangat subjektif dan penting untuk dipertimbangkan secara matang.
Perubahan Keadaan di Perusahaan Baru¶
Kadang kala, alasan untuk keluar adalah karena adanya tawaran pekerjaan di tempat lain. Namun, setelah menerima tawaran tersebut, Anda mungkin mendapatkan informasi baru yang membuat Anda ragu. Mungkin ada perubahan manajemen di perusahaan baru, kondisi kerja yang kurang sesuai ekspektasi, atau bahkan ketidakstabilan finansial perusahaan tersebut. Perubahan keadaan ini bisa menjadi alasan kuat untuk menarik kembali surat perletakan jawatan.
Kesalahan dalam Membuat Keputusan Awal¶
Tidak jarang seseorang membuat keputusan perletakan jawatan dalam keadaan emosi atau tertekan. Mungkin ada konflik dengan rekan kerja, kekecewaan terhadap manajemen, atau tekanan pekerjaan yang tinggi. Dalam keadaan seperti ini, keputusan yang diambil mungkin tidak rasional. Setelah emosi mereda dan pikiran menjadi lebih jernih, Anda mungkin menyadari bahwa perletakan jawatan bukanlah solusi terbaik dan ingin menariknya kembali.
Cara Menulis Surat Rasmi Penarikan Perletakan Jawatan¶
Menulis surat rasmi penarikan perletakan jawatan memerlukan pendekatan yang hati-hati dan profesional. Surat ini harus jelas, ringkas, dan meyakinkan. Berikut adalah langkah-langkah dan elemen penting yang perlu diperhatikan:
Format Surat Rasmi¶
Surat penarikan perletakan jawatan tetaplah surat rasmi, jadi formatnya harus mengikuti standar surat rasmi yang baik dan benar. Berikut adalah elemen-elemen penting dalam format surat rasmi:
- Kepala Surat (Letterhead): Jika perusahaan Anda menggunakan kepala surat, gunakanlah. Jika tidak, Anda bisa mencantumkan nama dan alamat lengkap Anda di bagian atas surat.
- Tarikh: Cantumkan tarikh surat ditulis di sebelah kanan atas atau kiri atas surat.
- Alamat Penerima: Tuliskan nama penerima (biasanya atasan langsung atau bagian HRD), jabatan, nama perusahaan, dan alamat perusahaan.
- Salam Pembuka: Gunakan salam pembuka yang formal seperti “Yth. [Nama Penerima]”.
- Perihal: Tuliskan perihal surat dengan jelas, contohnya “Penarikan Surat Perletakan Jawatan”.
- Isi Surat: Bagian terpenting yang berisi penjelasan maksud dan tujuan Anda.
- Salam Penutup: Gunakan salam penutup yang formal seperti “Hormat saya”.
- Tanda Tangan: Tanda tangan Anda di atas nama lengkap.
- Nama Lengkap: Tuliskan nama lengkap Anda di bawah tanda tangan.
Isi Surat Penarikan Perletakan Jawatan¶
Isi surat harus jelas dan ringkas, langsung pada poin utama yaitu penarikan surat perletakan jawatan. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu dimasukkan dalam isi surat:
- Pernyataan Penarikan: Di awal surat, nyatakan dengan jelas maksud Anda untuk menarik kembali surat perletakan jawatan yang telah Anda kirimkan sebelumnya. Sebutkan juga tarikh surat perletakan jawatan tersebut.
- Alasan Penarikan (Opsional tapi Disarankan): Meskipun tidak wajib, memberikan alasan singkat mengapa Anda menarik kembali surat perletakan jawatan dapat membantu memperkuat permohonan Anda. Alasan ini bisa berupa tawaran balasan dari perusahaan, pertimbangan pribadi, atau perubahan keadaan seperti yang telah dibahas sebelumnya. Penting: Jaga alasan tetap profesional dan hindari menyalahkan pihak manapun. Fokus pada nilai positif yang Anda lihat di perusahaan saat ini.
- Penegasan Komitmen: Tekankan kembali komitmen Anda untuk terus bekerja dan berkontribusi secara positif bagi perusahaan. Ini menunjukkan keseriusan Anda dan keinginan untuk tetap menjadi bagian dari tim. Anda bisa menyebutkan kembali antusiasme Anda terhadap pekerjaan dan perusahaan.
- Ucapan Terima Kasih: Sampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan perusahaan selama ini, dan atas pertimbangan yang akan diberikan terhadap permohonan penarikan surat perletakan jawatan Anda.
- Harapan Positif: Tutup surat dengan harapan agar permohonan Anda dapat dikabulkan dan Anda dapat terus melanjutkan karir di perusahaan.
Gaya Bahasa yang Profesional¶
Gunakan gaya bahasa yang formal, sopan, dan profesional dalam surat penarikan perletakan jawatan. Hindari bahasa yang emosional, marah, atau menyalahkan. Fokus pada komunikasi yang jelas, ringkas, dan konstruktif. Ingatlah bahwa surat ini adalah representasi profesionalisme Anda.
Image just for illustration
Contoh Surat Rasmi Penarikan Perletakan Jawatan¶
Berikut adalah contoh surat rasmi penarikan perletakan jawatan yang bisa Anda jadikan referensi. Ingatlah untuk selalu menyesuaikan contoh ini dengan situasi dan kebutuhan Anda.
[Kepala Surat Perusahaan (Jika Ada)]
[Nama Anda]
[Alamat Anda]
[Nomor Telefon]
[Email Anda]
[Tarikh]
Yth. [Nama Atasan/HRD]
[Jabatan Atasan/HRD]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
Perihal: Penarikan Surat Perletakan Jawatan
Dengan hormat,
Melalui surat ini, saya [Nama Lengkap Anda], bermaksud untuk mengajukan penarikan surat perletakan jawatan yang telah saya sampaikan pada tanggal [Tanggal Surat Perletakan Jawatan].
Setelah mempertimbangkan kembali keputusan saya dan berdiskusi dengan pihak keluarga, saya menyadari bahwa saya masih memiliki komitmen yang kuat terhadap perusahaan [Nama Perusahaan] dan pekerjaan saya sebagai [Jabatan Anda]. Saya sangat menghargai kesempatan yang telah diberikan selama ini dan saya merasa masih banyak kontribusi yang dapat saya berikan untuk kemajuan perusahaan.
[Pilihan Alasan Penarikan (Pilih salah satu atau sesuaikan):]
- Pilihan 1 (Tawaran Balasan): Saya sangat berterima kasih atas tawaran yang telah perusahaan berikan sebagai respon terhadap surat perletakan jawatan saya. Tawaran ini membuat saya menyadari betapa perusahaan menghargai kinerja saya dan membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkembang di sini.
- Pilihan 2 (Pertimbangan Peribadi): Setelah merenungkan lebih dalam, saya menyadari bahwa keputusan perletakan jawatan saya terlalu terburu-buru. Saya menyadari bahwa saya masih sangat nyaman dan termotivasi bekerja di [Nama Perusahaan].
- Pilihan 3 (Perubahan Keadaan): Seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa peluang di luar perusahaan tidak seideal yang saya bayangkan sebelumnya. Saya kembali menyadari bahwa [Nama Perusahaan] adalah tempat terbaik bagi saya untuk mengembangkan karir.
Saya sangat berharap Bapak/Ibu dapat mempertimbangkan permohonan penarikan surat perletakan jawatan ini. Saya berkomitmen untuk terus bekerja dengan sebaik mungkin dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.
Atas perhatian dan pertimbangan Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[Tanda Tangan Anda]
[Nama Lengkap Anda]
Catatan:
- Ganti bagian dalam kurung siku
[...]dengan informasi yang sesuai. - Pilih salah satu pilihan alasan penarikan atau sesuaikan dengan alasan Anda yang sebenarnya.
- Pastikan surat ini dikirimkan secepat mungkin setelah Anda memutuskan untuk menarik kembali surat perletakan jawatan.
- Sebaiknya serahkan surat ini secara langsung kepada atasan atau bagian HRD, selain mengirimkannya melalui email.
Hal-Hal Penting Setelah Menyerahkan Surat Penarikan¶
Menyerahkan surat penarikan perletakan jawatan adalah langkah awal. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan setelah menyerahkan surat tersebut:
Komunikasi dengan Atasan dan HRD¶
Setelah menyerahkan surat, segera komunikasikan secara langsung dengan atasan Anda dan bagian HRD. Jelaskan secara lisan maksud dan alasan Anda menarik kembali surat perletakan jawatan. Diskusi langsung ini penting untuk membangun komunikasi yang baik dan memperjelas situasi. Dengarkan juga respon dan feedback dari mereka.
Kemungkinan Respon Perusahaan¶
Perusahaan memiliki hak untuk menerima atau menolak permohonan penarikan surat perletakan jawatan Anda. Ada beberapa kemungkinan respon yang bisa Anda hadapi:
- Diterima: Jika perusahaan menerima permohonan Anda, maka proses perletakan jawatan dibatalkan. Anda akan tetap bekerja di perusahaan seperti biasa. Pastikan untuk mendapatkan konfirmasi resmi secara tertulis mengenai penerimaan penarikan surat perletakan jawatan ini.
- Ditolak: Jika perusahaan menolak permohonan Anda, maka proses perletakan jawatan tetap berlanjut. Anda tetap harus meninggalkan perusahaan sesuai dengan tanggal efektif perletakan jawatan yang telah disepakati. Anda harus menerima keputusan ini dengan lapang dada dan tetap menjaga profesionalisme hingga hari terakhir bekerja.
- Negosiasi: Mungkin ada negosiasi dari pihak perusahaan. Misalnya, perusahaan menerima penarikan surat perletakan jawatan Anda, tetapi dengan beberapa syarat atau perubahan. Negosiasi ini bisa berkaitan dengan posisi, tanggung jawab, atau kondisi kerja lainnya. Pertimbangkan dengan baik tawaran negosiasi ini sebelum mengambil keputusan.
Menjaga Profesionalisme¶
Apapun hasil dari permohonan penarikan surat perletakan jawatan Anda, sangat penting untuk tetap menjaga profesionalisme. Jika permohonan diterima, tunjukkan komitmen dan kinerja terbaik Anda. Jika ditolak, selesaikan tugas dan tanggung jawab Anda dengan baik hingga hari terakhir bekerja. Jaga hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan. Profesionalisme adalah kunci untuk menjaga reputasi baik Anda di dunia kerja.
Image just for illustration
Tips Tambahan untuk Menarik Perletakan Jawatan¶
Berikut adalah beberapa tips tambahan yang bisa membantu Anda dalam proses menarik perletakan jawatan:
- Bertindak Cepat: Semakin cepat Anda mengajukan penarikan surat perletakan jawatan, semakin besar peluang permohonan Anda diterima. Perusahaan mungkin belum melakukan proses penggantian posisi Anda jika Anda bertindak cepat.
- Jujur dan Tulus: Sampaikan alasan penarikan surat perletakan jawatan dengan jujur dan tulus. Kejujuran akan membangun kepercayaan dan memperkuat permohonan Anda.
- Siapkan Diri untuk Segala Kemungkinan: Pahami bahwa tidak ada jaminan permohonan Anda akan diterima. Siapkan diri Anda untuk menerima segala kemungkinan respon dari perusahaan.
- Evaluasi Kembali Keputusan: Sebelum menarik surat perletakan jawatan, evaluasi kembali keputusan Anda secara matang. Pastikan Anda benar-benar yakin ingin tetap bekerja di perusahaan tersebut.
- Pelajari Kebijakan Perusahaan: Cari tahu kebijakan perusahaan terkait perletakan jawatan dan penarikannya. Beberapa perusahaan mungkin memiliki kebijakan khusus mengenai hal ini.
Kesimpulan¶
Menarik surat perletakan jawatan adalah hak Anda sebagai karyawan. Proses ini memerlukan surat rasmi penarikan perletakan jawatan yang disusun secara profesional dan meyakinkan. Penting untuk memahami alasan penarikan, mengikuti format surat rasmi yang benar, dan menggunakan gaya bahasa yang sopan. Komunikasi yang baik dengan atasan dan HRD, serta menjaga profesionalisme adalah kunci keberhasilan proses ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam menyusun surat rasmi penarikan perletakan jawatan.
Apakah Anda pernah mengalami situasi ingin menarik surat perletakan jawatan? Atau punya tips lain terkait proses ini? Yuk, berbagi pengalaman dan pendapat Anda di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar