9 Contoh Undangan Khitanan & Aqiqah Yang Bisa Kamu Tiru

Table of Contents

Mengadakan acara khitanan sekaligus aqiqah untuk buah hati tercinta memang jadi momen spesial banget ya. Dua ibadah penting dalam Islam dirayakan dalam satu waktu, tentu bikin acara jadi lebih berkesan dan pastinya lebih efisien dari segi persiapan. Nah, salah satu hal penting yang perlu disiapkan adalah surat undangannya. Undangan ini kan yang pertama kali “menyapa” calon tamu kita, jadi harus dibuat semenarik dan sejelas mungkin. Gaya kasual bisa jadi pilihan biar terasa lebih hangat dan personal.

Mengapa Menggabungkan Khitanan dan Aqiqah?

Ada banyak alasan nih kenapa orang tua memilih untuk menggabungkan acara khitanan dan aqiqah. Alasan utama biasanya efisiensi. Mengadakan dua acara terpisah tentu butuh effort dua kali lipat, mulai dari perencanaan, persiapan tempat, catering, sampai urusan mencetak dan menyebar undangan. Dengan digabung, semua bisa dilakukan satu kali jalan saja. Selain itu, momennya juga jadi lebih padat makna dan penuh keberkahan karena dua ibadah sunnah Rasulullah SAW dilaksanakan bersamaan. Ini juga memudahkan para tamu undangan biar nggak perlu datang dua kali di waktu yang berbeda. Menggabungkan acara ini juga bisa jadi cara untuk berbagi kebahagiaan kelahiran dan pertumbuhan anak secara menyeluruh kepada keluarga dan teman terdekat.

Undangan Khitanan Aqiqah
Image just for illustration

Komponen Penting dalam Undangan Gabungan

Sebelum kita lihat contohnya, yuk kita bedah dulu apa aja sih yang wajib ada di undangan khitanan dan aqiqah gabungan? Setiap elemen punya peran penting biar informasi tersampaikan dengan baik dan tamu nggak kebingungan.

Identitas Anak yang Diundang

Ini yang paling utama ya. Nama lengkap anak yang dikhitan dan/atau diaqiqahi harus tercantum dengan jelas. Kalau khitanannya untuk anak laki-laki dan aqiqahnya untuk anak perempuan (atau sebaliknya, atau keduanya), sebutkan nama masing-masing anak. Jangan lupa sertakan nama panggilan jika ada, biar terasa lebih akrab bagi tamu yang kenal dekat dengan keluarga. Menyebutkan nama anak ini sudah pasti bikin undangan terasa personal.

Identitas Orang Tua/Pemilik Acara

Siapa yang mengundang? Nah, nama lengkap kedua orang tua (suami dan istri) perlu dicantumkan sebagai tuan rumah. Ini adalah bentuk sopan santun dan kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas acara tersebut. Biasanya ditulis setelah nama anak atau di bagian awal undangan. Menunjukkan nama orang tua juga memperjelas silsilah atau keluarga mana yang mengadakan hajatan.

Waktu dan Tanggal Acara

Informasi krusial nih! Hari, tanggal, dan waktu acara harus ditulis dengan sangat jelas. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan yang bisa bikin tamu salah jadwal. Cantumkan jam mulai dan kalau perlu jam selesai acara (misalnya “Pukul 10.00 WIB s/d Selesai”). Lebih baik lagi kalau ada penanda waktu spesifik untuk acara inti jika ada (misalnya “Prosesi khitanan insya Allah dilaksanakan Pukul 11.00 WIB”).

Tempat Acara

Di mana hajatan ini akan dilangsungkan? Alamat lengkap tempat acara harus tercantum. Sebutkan nama jalan, nomor rumah, RT/RW, kelurahan/desa, kecamatan, dan kota/kabupaten. Kalau lokasinya agak sulit ditemukan atau ada nama tempat yang familiar (misalnya “di kediaman Bpk. [Nama Ayah]”), itu bisa sangat membantu. Untuk memudahkan lagi, bisa juga ditambahkan ancar-ancar atau patokan lokasi terdekat.

Informasi Spesifik Aqiqah

Karena ini undangan gabungan, info terkait aqiqah juga bisa ditambahkan. Misalnya, apakah penyembelihan hewan aqiqah dilakukan sebelum atau saat acara? Apakah dagingnya dibagikan langsung di tempat atau diantar? Informasikan secara singkat mengenai prosesi aqiqah yang akan dijalankan. Misalnya, “Dilanjutkan dengan acara tasyakuran aqiqah”. Ini memberikan gambaran lengkap mengenai rangkaian acara yang akan dihadiri tamu.

Informasi Spesifik Khitanan

Sama seperti aqiqah, info mengenai khitanan juga perlu disampaikan. Kapan prosesi khitanannya dilakukan? Apakah tamu diharapkan hadir saat prosesi atau sesudahnya? Jika prosesi khitanan akan dilangsungkan di lokasi acara pada jam tertentu, penting untuk menuliskannya. Misalnya, “Acara diawali dengan prosesi khitanan ananda [Nama Anak] pada pukul [Jam]”.

Kutipan Islami (Opsional)

Menambahkan ayat Al-Quran atau hadits terkait khitanan atau aqiqah bisa menambah nilai spiritual undangan. Ini juga mengingatkan tamu dan keluarga akan makna di balik acara yang digelar. Pilih kutipan yang singkat dan relevan, misalnya tentang pentingnya bersyukur atas nikmat anak atau keutamaan khitan. Jangan lupa sertakan sumber ayat/haditsnya ya.

Doa dan Harapan

Orang tua pasti punya doa terbaik untuk anaknya. Menyertakan doa untuk anak dalam undangan adalah cara yang indah untuk berbagi harapan tersebut. Doa ini bisa berupa doa agar anak menjadi saleh/salehah, berbakti, sehat, dan sukses dunia akhirat. Permohonan doa dari para tamu juga bisa disampaikan di sini. Ini bikin undangan terasa lebih personal dan penuh cinta.

Konfirmasi Kehadiran (RSVP)

Untuk mempermudah pengaturan acara (terutama terkait konsumsi), penting untuk meminta tamu melakukan konfirmasi kehadiran (RSVP). Cantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi dan deadline konfirmasi. Kalimatnya bisa dibuat santai namun jelas, misalnya “Mohon konfirmasi kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i melalui telepon/WhatsApp ke nomor [Nomor Telepon] paling lambat tanggal [Tanggal Deadline]”.

Susunan Acara Singkat (Opsional)

Jika acaranya punya rangkaian yang spesifik, susunan acara singkat bisa ditambahkan. Misalnya: Pembukaan, Pembacaan Ayat Suci Al-Quran, Sambutan Tuan Rumah, Prosesi Khitanan (jika di lokasi dan saat acara), Tausiyah Singkat/Doa Bersama, Santap Siang/Malam, Penutup. Ini membantu tamu membayangkan alur acara. Tentu saja, sesuaikan susunan ini dengan kenyataan di lapangan.

Gaya Bahasa dan Desain

Karena kita diminta menggunakan gaya kasual, maka pemilihan kata dan tata letak desain undangannya juga perlu diperhatikan.

Gaya Bahasa Kasual

Gunakan kata-kata yang santai, hangat, dan akrab. Hindari bahasa yang terlalu kaku atau formal seperti undangan resmi kenegaraan. Sapaan bisa menggunakan “Bapak/Ibu/Saudara/i” atau bahkan “Om/Tante/Kakak” jika memang ditujukan ke keluarga atau kerabat dekat. Frasa seperti “dengan penuh rasa syukur”, “kami haturkan”, “kehadiran Bapak/Ibu adalah suatu kehormatan” bisa disesuaikan menjadi lebih ringan seperti “dengan sukacita”, “kami tunggu kedatangannya ya”, “senang sekali kalau Bapak/Ibu bisa datang”. Penggunaan kata ganti orang pertama jamak (“kami”) sudah tepat.

Elemen Visual Undangan

Desain undangan yang kasual biasanya punya tampilan yang lebih playful, namun tetap elegan. Warna-warna cerah atau soft bisa jadi pilihan. Ilustrasi atau gambar kartun anak yang lucu sering digunakan. Font yang dipilih juga bisa yang tidak terlalu kaku. Tata letak yang bersih dan mudah dibaca itu penting banget. Jangan sampai desain yang ramai justru membuat informasi utama sulit ditemukan. Keseluruhan desain harus mencerminkan kebahagiaan dan kesucian acara khitanan dan aqiqah.

Contoh Undangan Anak
Image just for illustration

Contoh Surat Undangan Khitanan dan Aqiqah

Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh konkret undangan gabungan ini dengan gaya kasual. Contoh-contoh ini bisa kamu modifikasi sesuai kebutuhan dan selera ya.

Contoh 1: Undangan Kasual Hangat

Contoh ini fokus pada nuansa kekeluargaan dan kehangatan. Kata-katanya dibuat ramah dan mengundang.


Bismillahirrahmannirrahiim

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami dengan penuh rasa syukur mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara Tasyakuran Khitanan dan Aqiqah putra/putri kami tercinta:

Ananda
[Nama Lengkap Anak yang Dikhitan]
(Putra dari Bpk. [Nama Ayah] & Ibu. [Nama Ibu])
dan
Ananda
[Nama Lengkap Anak yang Diaqiqahi]
(Putra/Putri dari Bpk. [Nama Ayah] & Ibu. [Nama Ibu])

Insya Allah acara akan dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal: [Hari], [Tanggal Lengkap]
Pukul: [Jam Mulai] WIB s/d Selesai
Tempat: [Alamat Lengkap Tempat Acara]
([Patokan atau Ancer-ancer jika perlu])

Sebagai wujud syukur kami atas nikmat dan karunia Allah SWT, kami juga akan melaksanakan pemotongan hewan aqiqah.

*“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, An Nasai, Ibnu Majah, Ahmad)

Kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi kami sekeluarga.

Teriring doa Jazaakumullah Khairan Katsiran.

Hormat kami,

[Nama Lengkap Ayah] & [Nama Lengkap Ibu]
(Keluarga [Nama Keluarga, jika ada])

RSVP: [Nomor Telepon] (Nama Kontak)
Paling lambat: [Tanggal Deadline RSVP]


Penjelasan Contoh 1: Undangan ini menggunakan gaya bahasa yang sopan namun tetap terasa hangat. Penggunaan frasa “dengan penuh rasa syukur” dan “kebahagiaan dan kehormatan” menunjukkan apresiasi kepada tamu. Kutipan hadits tentang aqiqah juga disertakan untuk menambah nilai Islami. Ada detail lengkap mulai dari identitas anak dan orang tua, waktu, tempat, hingga informasi RSVP. Alamat lengkap dan patokan lokasi sangat membantu tamu.

Contoh 2: Undangan Kasual Modern

Contoh ini lebih ringkas, padat, dan menggunakan bahasa yang lebih kekinian. Cocok untuk undangan digital atau yang dicetak dengan desain modern.


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hai Om, Tante, Kakak, dan Teman-teman semua!

Mohon doa restunya yaaa… Kami, [Nama Ayah] dan [Nama Ibu], mau mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i/ teman-teman semua untuk hadir di acara spesial putra/putri kami:

Khitanan & Aqiqah
[Nama Panggilan Anak yang Dikhitan]
(Putra tersayang dari [Nama Ayah] & [Nama Ibu])
dan
[Nama Panggilan Anak yang Diaqiqahi]
(Putra/Putri tercinta dari [Nama Ayah] & [Nama Ibu])

Acaranya insya Allah bakal diadain pada:
Hari & Tanggal: [Hari], [Tanggal Lengkap]
Jam: [Jam Mulai] - Selesai
Lokasi: [Alamat Lengkap Tempat Acara]

Kami bersyukur banget atas karunia Allah SWT yang udah memberikan amanah luar biasa ini. Semoga acara ini membawa berkah dan anak-anak kami tumbuh jadi generasi sholeh/sholehah. Aamiin.

“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat, sempurna, berakal cerdas, saleh, dan berbakti.”

Kehadiran kamu semua bakal bikin acara kami makin meriah dan berkah. Jangan lupa dateng ya!

Sampai jumpa di sana!

Salam hangat dari kami,

Keluarga [Nama Ayah] & [Nama Ibu]

Mohon infonya ya kalau bisa datang (konfirmasi): [Nomor Telepon]


Penjelasan Contoh 2: Gaya bahasa “Hai Om, Tante…” atau “kamu semua” menunjukkan tingkat kekasualan yang lebih tinggi. Cocok untuk target tamu yang memang sudah akrab. Informasi disampaikan dengan lugas dan ringkas. Doa yang disertakan juga dalam bahasa yang lebih umum dan mudah dipahami. Format RSVP juga dibuat lebih santai. Undangan ini kesannya lebih personal dan akrab.

Contoh 3: Undangan Digital dengan Detail Tambahan

Untuk undangan digital, kita bisa menambahkan elemen interaktif atau informasi yang lebih detail tanpa boros tempat. Contoh ini bisa jadi base-nya.


Bismillahirrahmannirrahiim

[Desain halaman depan dengan foto anak atau ilustrasi lucu dan judul “Undangan Khitanan & Aqiqah”]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami mengundang dengan hormat Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam acara Tasyakuran Khitanan & Aqiqah putra/putri tercinta kami:

[Nama Lengkap Anak yang Dikhitan]
&
[Nama Lengkap Anak yang Diaqiqahi]

Acara Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: [Hari], [Tanggal Lengkap]
Waktu: [Jam Mulai] s/d Selesai WIB
Tempat: [Alamat Lengkap Tempat Acara]

[Di bawah alamat, bisa ditambahkan tombol atau link menuju Google Maps]
[Lihat di Google Maps] (link)

Sebagai ungkapan rasa syukur kami atas nikmat dan karunia Allah SWT, kami memohon doa terbaik Bapak/Ibu/Saudara/i agar anak-anak kami menjadi anak yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua dan agama, serta bermanfaat bagi sesama.

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari Muslim)

Rundown Acara Singkat:
Pukul [Jam]: Pembukaan & Pembacaan Ayat Suci Al-Quran
Pukul [Jam]: Sambutan Keluarga
Pukul [Jam]: Tausiyah & Doa Bersama (termasuk doa untuk anak)
Pukul [Jam]: Ramah Tamah & Santap Bersama

Kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i adalah kehormatan bagi kami.

Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami,

[Nama Lengkap Ayah]
&
[Nama Lengkap Ibu]

(Mohon Konfirmasi Kehadiran via WhatsApp)
[Nomor WhatsApp]
Paling lambat tanggal [Tanggal Deadline RSVP]


Penjelasan Contoh 3: Undangan digital memungkinkan penambahan elemen interaktif seperti link Google Maps. Rundown acara juga bisa dimasukkan biar tamu ada gambaran jelas. Bahasa yang digunakan campuran antara sopan dan kasual, cocok untuk penyebaran digital. Ada kutipan hadits yang berbeda dari contoh sebelumnya, menunjukkan variasi. Permintaan konfirmasi via WhatsApp sangat praktis untuk undangan digital.

Tips Membuat Undangan yang Berkesan

Mencetak atau mengirim undangan itu bukan cuma formalitas lho. Undangan yang dibuat dengan baik bisa bikin tamu merasa dihargai dan semakin semangat buat datang. Ini dia beberapa tips tambahan:

  • Sesuaikan dengan Tema: Kalau acara punya tema warna tertentu, coba aplikasikan di desain undangan. Atau kalau acaranya bernuansa adat tertentu, elemen adat bisa dimasukkan.
  • Proofread Berkali-kali: JANGAN sampai ada typo, apalagi di nama anak, nama orang tua, tanggal, waktu, atau alamat. Minta beberapa orang untuk mengecek ulang undangannya sebelum dicetak/disebar. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
  • Pertimbangkan Jumlah Tamu: Hitung baik-baik berapa jumlah undangan yang perlu dicetak atau dikirim. Lebih baik ada sisa daripada kurang. Siapkan juga undangan cadangan untuk tamu-tamu tak terduga.
  • Sertakan Peta Lokasi: Untuk undangan fisik, peta lokasi (dalam bentuk ilustrasi sederhana atau QR Code ke Google Maps) sangat membantu, terutama jika lokasinya di permukiman atau agak sulit dijangkau.
  • Waktu Pengiriman: Kirim undangan setidaknya 2-4 minggu sebelum hari-H. Ini memberi waktu bagi tamu untuk mengatur jadwal mereka dan melakukan konfirmasi kehadiran.
  • Kualitas Cetak (untuk undangan fisik): Pilih kertas dan hasil cetak yang bagus. Undangan dengan kualitas baik menunjukkan bahwa kamu serius mempersiapkan acara ini.

Fakta Menarik Seputar Aqiqah dan Khitanan

Yuk, kita selami sedikit lebih dalam makna di balik dua ibadah ini.

Aqiqah

Fakta: Aqiqah adalah penyembelihan hewan dalam rangka bersyukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak. Ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dalam Islam. Daging aqiqah biasanya dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Untuk anak laki-laki dianjurkan menyembelih dua ekor kambing yang sepadan, sementara untuk anak perempuan satu ekor kambing. Pelaksanaan aqiqah paling utama adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran. Jika tidak bisa, bisa pada hari ke-14, hari ke-21, atau kapan pun orang tua mampu melaksanakannya.

Khitanan

Fakta: Khitan (atau sunat) bagi anak laki-laki adalah salah satu syariat Islam yang sangat ditekankan. Dari sisi kesehatan, khitan terbukti punya banyak manfaat, seperti menjaga kebersihan, mengurangi risiko infeksi saluran kemih, dan mengurangi risiko penyakit menular seksual di masa depan. Meskipun tidak ada batasan usia yang ketat dalam Islam, khitan sering dilakukan pada masa kanak-kanak atau bahkan saat bayi (hari ke-7) karena proses penyembuhannya lebih cepat. Di Indonesia, khitanan anak laki-laki seringkali dirayakan dengan acara tasyakuran.

Menggabungkan kedua acara ini jadi makin pas karena keduanya sama-sama ibadah yang berkaitan dengan anak dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Format Undangan: Digital vs. Cetak

Di era digital seperti sekarang, ada pilihan mau pakai undangan cetak atau digital, atau bahkan gabungan keduanya. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan:

Undangan Cetak

Kelebihan: Terasa lebih personal dan formal, bisa jadi kenang-kenangan, tamu-tamu yang kurang tech-savvy lebih mudah menerimanya.
Kekurangan: Lebih mahal (biaya desain dan cetak), butuh waktu dan tenaga untuk mendistribusikan, kurang ramah lingkungan (penggunaan kertas), mudah hilang atau rusak.

Undangan Digital

Kelebihan: Lebih hemat biaya (bahkan bisa gratis), cepat dalam penyebaran, ramah lingkungan, bisa disisipi elemen interaktif (link peta, video singkat), mudah disimpan di ponsel tamu, konfirmasi kehadiran lebih mudah (via WA).
Kekurangan: Terkesan kurang formal bagi sebagian orang, tidak semua orang nyaman atau punya akses digital yang baik, berisiko diabaikan (dianggap spam), tidak bisa dipegang sebagai kenangan fisik.

Memilih format undangan bisa disesuaikan dengan target tamu dan budget yang tersedia ya. Banyak juga yang menggabungkan keduanya: undangan cetak untuk tamu yang lebih senior atau sangat dekat, dan undangan digital untuk teman-teman sebaya atau kolega.

Merangkai Kata-kata Doa dan Harapan

Bagian doa dan harapan dalam undangan itu penting lho. Ini adalah kesempatan orang tua untuk menyampaikan isi hati dan impian mereka untuk sang buah hati. Gunakan kalimat yang tulus dan penuh makna. Bisa berupa doa umum untuk anak sholeh/sholehah, atau doa spesifik yang kamu inginkan. Jangan lupa, memohon doa dari tamu juga jadi power tersendiri. Kalimatnya bisa seperti “Mohon doa restu Bapak/Ibu…” atau “Kami mohon kiranya Bapak/Ibu berkenan mendoakan anak kami…”.

Layout Undangan yang Efektif

Desain yang cantik itu penting, tapi layout yang jelas itu jauh lebih penting. Pastikan informasi utama (nama anak, orang tua, tanggal, waktu, tempat) terlihat menonjol dan mudah dibaca. Gunakan ukuran font yang pas, hindari terlalu banyak hiasan yang justru bikin informasi tertutup. Susun elemen-elemennya secara logis, mulai dari pembukaan, identitas acara, detail waktu dan tempat, kutipan doa, hingga informasi penutup dan RSVP. Layout yang baik mencerminkan profesionalisme dan kepedulian, meskipun dengan gaya kasual.

Desain Undangan
Image just for illustration

Membuat undangan khitanan dan aqiqah gabungan memang butuh perhatian pada detail, tapi dengan perencanaan yang matang dan contoh-contoh di atas, semoga bisa jadi lebih mudah ya. Yang paling penting, undangannya bisa menyampaikan kabar bahagia ini dengan hangat dan mengundang.

Nah, itu dia beberapa contoh dan tips seputar surat undangan khitanan dan aqiqah gabungan. Semoga bisa membantu kamu dalam mempersiapkan acara spesial untuk si kecil.

Gimana nih, ada contoh undangan lain yang pernah kamu lihat dan berkesan? Atau mungkin ada tips tambahan yang mau dibagi? Yuk, share di kolom komentar di bawah!

1 komentar

Comment Author Avatar
15 Agustus 2026 pukul 20.05 Delete
Terima kasih infonya, artikelnya lengkap banget. Kebetulan saya juga lagi cari referensi undangan khitanan yang simpel tapi tetap elegan. Kalau ada yang butuh undangan digital yang bisa dibagikan via WhatsApp tanpa ribet, bisa cek moinvit.com, di sana ada template undangan yang tinggal isi data. Semoga bermanfaat ya.