Mau Over Kredit Motor Bawah Tangan? Ini Contoh Suratnya Biar Gak Ketipu

Table of Contents

Apa Sih Over Kredit Motor Dibawah Tangan Itu?

Jadi gini, kadang ada orang yang lagi nyicil motor lewat leasing atau bank, tapi di tengah jalan dia butuh uang atau mungkin udah nggak sanggup lagi lanjutin cicilan. Nah, daripada motornya ditarik leasing, mereka cari cara lain, yaitu ngejual motor plus sisa cicilannya ke orang lain. Ini yang namanya over kredit. Kalau prosesnya nggak lewat leasing atau bank pemberi kredit, tapi langsung antara penjual dan pembeli aja, itu yang disebut dibawah tangan. Simpelnya, peminjam awal ngasih motor dan tanggung jawab bayar cicilan ke orang lain tanpa sepengetahuan atau persetujuan resmi dari pihak leasing atau bank.

Contoh Surat Perjanjian Over Kredit Motor
Image just for illustration

Kenapa sih banyak yang milih cara dibawah tangan ini? Biasanya karena prosesnya lebih cepat dan nggak ribet kayak kalau lewat leasing yang resmi. Kadang juga biayanya lebih murah karena nggak perlu bayar biaya administrasi ke leasing. Intinya, ini cara pintas buat ngalihin cicilan motor.

Risiko dan Kenapa Harus Hati-Hati

Meskipun kelihatannya gampang dan cepat, over kredit dibawah tangan ini punya risiko yang lumayan gede, lho. Baik buat si penjual (pihak pertama) maupun si pembeli (pihak kedua). Risiko utamanya adalah di mata hukum dan di mata pihak leasing/bank.

Secara hukum, perjanjian kredit yang asli itu kan antara pihak pertama sama leasing/bank. Pihak kedua ini nggak terdaftar sebagai pemilik cicilan yang sah. Jadi, kalau pihak kedua telat atau bahkan nggak bayar cicilan, pihak leasing bakal nagihnya ke pihak pertama. Nama pihak pertama yang bakal jelek di BI Checking atau SLIK OJK. Bahkan, motornya bisa aja ditarik paksa sama debt collector suruhan leasing, padahal motornya udah di tangan pihak kedua.

Buat pihak kedua, risikonya juga nggak kalah serem. Motor yang dia beli itu status kepemilikannya masih atas nama leasing atau bank sampai lunas cicilannya. BPKB-nya juga masih dipegang sama mereka. Kalau pihak pertama ternyata niat jelek atau ada masalah lain (misalnya bangkrut), bisa aja pihak kedua nggak bisa ngurus balik nama motor setelah lunas. Atau yang paling parah, kalau leasing narik motornya karena tunggakan (yang seharusnya dibayar pihak kedua), pihak kedua bisa kehilangan motor dan uang yang udah dia bayarkan ke pihak pertama. Makanya, penting banget buat hati-hati kalau mau melakukan transaksi ini.

Pentingnya Surat Perjanjian Tertulis

Meskipun namanya dibawah tangan, bukan berarti nggak perlu ada bukti kesepakatan sama sekali. Justru karena risikonya gede dan nggak melibatkan lembaga resmi, surat perjanjian tertulis jadi super penting. Anggap aja surat ini sebagai payung hukum minimal buat ngelindungin kedua belah pihak.

Surat perjanjian ini fungsinya buat mencatat semua detail kesepakatan yang dibuat. Mulai dari identitas yang terlibat, detail motor, sisa cicilan, cara pembayaran, sampai konsekuensi kalau ada yang nggak nepatin janji. Dengan adanya surat ini, kalau di kemudian hari ada masalah atau perselisihan, ada bukti hitam di atas putih yang bisa dijadikan dasar penyelesaian. Minimal, ada pegangan buat negosiasi atau kalau terpaksa dibawa ke jalur mediasi atau hukum (meskipun kekuatan hukumnya nggak sek

Posting Komentar