10 Contoh Soal Pilihan Ganda Surat Dinas & Jawabannya, Yuk Coba!
Surat dinas, atau sering juga disebut surat resmi, adalah alat komunikasi tertulis yang digunakan oleh instansi, organisasi, atau lembaga untuk keperluan dinas atau pekerjaan. Isinya berkaitan dengan tugas dan kegiatan resmi. Menguasai cara menulis dan memahami komponen surat dinas itu penting banget, apalagi kalau kamu sering berurusan dengan dunia profesional atau administrasi. Nah, biar makin paham, yuk kita coba latihan soal pilihan ganda seputar surat dinas!
Image just for illustration
Mengenal Bagian-Bagian Surat Dinas¶
Sebelum kita mulai latihan soal, ada baiknya kita ingat lagi bagian-bagian penting dalam surat dinas. Setiap bagian punya fungsi dan aturan penulisannya sendiri. Bagian-bagian umumnya meliputi:
- Kepala Surat (Kop Surat): Berisi nama instansi/organisasi, alamat lengkap, nomor telepon, email, dan logo.
- Nomor Surat: Kode unik yang menunjukkan urutan surat keluar.
- Lampiran: Menunjukkan jumlah dokumen lain yang disertakan bersama surat.
- Perihal: Ringkasan singkat isi surat.
- Tanggal Surat: Tanggal pembuatan surat.
- Alamat Tujuan: Kepada siapa surat itu ditujukan, beserta alamat lengkapnya.
- Salam Pembuka: Sapaan awal yang formal (misalnya, “Dengan hormat,”).
- Isi Surat: Bagian utama yang menjelaskan maksud dan tujuan surat.
- Salam Penutup: Sapaan akhir yang formal (misalnya, “Hormat kami,”).
- Nama dan Jabatan Penanggung Jawab: Nama terang dan jabatan orang yang mengeluarkan surat.
- Tanda Tangan: Bukti keabsahan surat.
- Tembusan (Jika Ada): Pihak lain yang juga perlu mengetahui isi surat.
Memahami struktur ini adalah kunci untuk bisa menjawab soal-soal tentang surat dinas. Setiap elemen punya aturan baku dalam penulisan yang harus diikuti agar surat terlihat profesional dan sah secara administrasi. Misalnya, penulisan tanggal tidak perlu diawali nama kota jika sudah ada di kop surat. Penulisan alamat tujuan juga punya format standar yang membedakannya dari alamat biasa.
Contoh Soal Pilihan Ganda Surat Dinas¶
Mari kita mulai latihan soalnya. Pilih jawaban yang paling tepat dari opsi yang tersedia.
Soal 1: Bagian Kepala Surat¶
Soal: Bagian surat dinas yang berisi identitas lengkap instansi atau organisasi yang mengeluarkan surat disebut…
A. Nomor surat
B. Kop surat
C. Perihal
D. Alamat tujuan
Jawaban: B
Penjelasan: Kop surat atau kepala surat memang fungsinya untuk menunjukkan identitas pengirim surat secara lengkap, termasuk nama instansi, alamat, kontak, bahkan logo. Ini penting banget biar penerima tahu dari mana surat itu berasal. Pilihan A (Nomor surat) adalah kode unik, pilihan C (Perihal) ringkasan isi, dan pilihan D (Alamat tujuan) jelas menunjukkan siapa penerimanya, bukan pengirim. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah Kop surat.
Soal 2: Penulisan Tanggal Surat¶
Soal: Perhatikan penulisan tanggal surat berikut:
Yang benar sesuai kaidah penulisan surat dinas adalah…
A. Jakarta, 29 Oktober 2023
B. 29 Oktober 2023
C. Jakarta, 29/10/2023
D. 29-10-2023
Jawaban: B
Penjelasan: Dalam surat dinas yang menggunakan kop surat, nama kota tempat surat dibuat biasanya sudah tercantum di alamat kop surat. Oleh karena itu, penulisan tanggal surat tidak perlu lagi diawali dengan nama kota. Cukup tanggal, bulan (ditulis lengkap), dan tahun. Pilihan A salah karena ada nama kota. Pilihan C dan D salah karena menggunakan angka dan simbol (garis miring atau strip) untuk bulan dan tahun, padahal penulisan bulan dalam surat dinas harus lengkap dengan huruf, misalnya “Oktober”, bukan “10”.
Tahukah Kamu? Penggunaan penulisan bulan secara lengkap dengan huruf (misalnya Oktober) bertujuan untuk menghindari ambiguitas dan kesalahan penafsiran, terutama dalam dokumen-dokumen penting. Angka 10 bisa saja diartikan berbeda di negara lain.
Soal 3: Fungsi Perihal¶
Soal: Fungsi utama dari bagian “Perihal” dalam surat dinas adalah…
A. Menjelaskan secara rinci isi surat
B. Memberi kode identifikasi surat
C. Memberikan gambaran singkat tentang pokok isi surat
D. Menunjukkan jumlah lampiran
Jawaban: C
Penjelasan: Perihal itu ibarat judul atau ringkasan super singkat dari surat. Tujuannya supaya penerima surat langsung tahu pokok bahasan surat tersebut hanya dengan membaca bagian ini. Ini membantu penerima untuk mengkategorikan dan memprioritaskan surat yang masuk. Pilihan A salah karena penjelasan rinci ada di isi surat. Pilihan B itu fungsi nomor surat. Pilihan D itu fungsi lampiran.
Soal 4: Penulisan Lampiran¶
Soal: Jika sebuah surat dinas melampirkan dua dokumen, penulisan bagian lampiran yang benar adalah…
A. Lampiran : 2 lembar
B. Lampiran : Dua Lembar
C. Lampiran : dua (2) lembar
D. Lampiran : dua lembar
Jawaban: D
Penjelasan: Penulisan jumlah lampiran dalam surat dinas menggunakan huruf, bukan angka. Jika jumlah lampiran lebih dari satu, sebutkan jumlahnya dalam bentuk huruf dan diikuti satuan jumlahnya (lembar, berkas, eksemplar, dll.). Pilihan A salah karena menggunakan angka. Pilihan B salah karena menggunakan huruf kapital di awal kata “Dua” dan “Lembar” yang tidak perlu. Pilihan C salah karena mencampurkan huruf dan angka serta penggunaan kurung. Jadi, “dua lembar” adalah format yang benar.
Soal 5: Penulisan Alamat Tujuan¶
Soal: Perhatikan penulisan alamat tujuan berikut:
Kepada Yth. Bapak Dr. Ir. Budi Santoso, M.Sc.
Direktur Utama
PT Maju Jaya
Jalan Merdeka No. 10
Jakarta Pusat
Kesalahan penulisan pada alamat tujuan di atas adalah…
A. Penggunaan “Kepada”
B. Penggunaan “Yth.”
C. Penulisan gelar “Dr. Ir.”
D. Tidak ada kesalahan
Jawaban: A
Penjelasan: Dalam kaidah penulisan surat dinas, penggunaan kata “Kepada” sebelum “Yth.” (Yang terhormat) dianggap mubazir atau berlebihan. Cukup diawali dengan “Yth.” langsung. Jadi, penulisan yang benar adalah “Yth. Bapak Dr. Ir. Budi Santoso, M.Sc.”. Pilihan B dan C sudah benar sesuai kaidah. Pilihan D salah karena ada kesalahan.
Tips Menulis Alamat Tujuan: Selalu pastikan nama dan gelar penerima ditulis dengan benar dan lengkap. Jika ditujukan kepada jabatan, pastikan penulisannya tepat. Hindari singkatan yang tidak umum.
Soal 6: Struktur Isi Surat¶
Soal: Bagian isi surat dinas biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu…
A. Pembuka, Inti, Penutup
B. Latar Belakang, Tujuan, Hasil
C. Pendahuluan, Isi Pokok, Penutup
D. Permohonan, Penjelasan, Harapan
Jawaban: C
Penjelasan: Isi surat dinas umumnya dibagi menjadi tiga bagian: Pendahuluan (latar belakang, tujuan surat secara umum), Isi Pokok (penjelasan rinci mengenai maksud surat), dan Penutup Isi (harapan, ucapan terima kasih, atau tindak lanjut yang diharapkan). Pilihan A mirip tapi istilah “Inti” kurang baku. Pilihan B lebih cocok untuk laporan. Pilihan D lebih spesifik pada jenis surat permohonan.
Soal 7: Salam Pembuka¶
Soal: Salam pembuka yang paling umum dan sesuai dengan kaidah penulisan surat dinas adalah…
A. Assalamualaikum Wr. Wb.,
B. Dengan Hormat,
C. Salam sejahtera,
D. Yang terhormat,
Jawaban: B
Penjelasan: “Dengan hormat,” adalah salam pembuka yang paling umum dan bersifat universal untuk surat-surat dinas di Indonesia, terlepas dari latar belakang agama atau kepercayaan. Pilihan A adalah salam keagamaan yang mungkin tidak cocok untuk semua penerima atau instansi. Pilihan C kurang formal. Pilihan D adalah bagian dari alamat tujuan, bukan salam pembuka. Perhatikan penggunaan koma (,) setelah salam pembuka.
Soal 8: Salam Penutup¶
Soal: Salam penutup yang sesuai dengan salam pembuka “Dengan hormat,” adalah…
A. Wassalamualaikum Wr. Wb.,
B. Hormat kami,
C. Terima kasih,
D. Sampai jumpa,
Jawaban: B
Penjelasan: Pasangan salam pembuka “Dengan hormat,” adalah salam penutup “Hormat kami,”. Ini adalah pasangan yang paling umum dan standar dalam surat dinas. Pilihan A adalah pasangan untuk salam pembuka keagamaan. Pilihan C terlalu informal untuk penutup surat dinas. Pilihan D jelas sangat informal. Ingat, salam penutup juga diikuti koma.
Soal 9: Penulisan Nama dan Jabatan¶
Soal: Setelah salam penutup dan tanda tangan, ditulis nama terang dan jabatan penanggung jawab surat. Urutan penulisan yang benar adalah…
A. Nama terang, lalu di bawahnya jabatan
B. Jabatan, lalu di bawahnya nama terang
C. Nama terang di dalam kurung, lalu jabatan
D. Jabatan dan nama terang dalam satu baris
Jawaban: A
Penjelasan: Urutan standar penulisan setelah tanda tangan adalah nama terang penanggung jawab, biasanya dicetak tebal atau digarisbawahi (meskipun sekarang lebih umum tebal saja), diikuti di baris berikutnya dengan jabatan resminya. Contoh:
(tanda tangan)
Budi Santoso
Direktur Utama
Pilihan B, C, dan D tidak sesuai dengan kaidah penulisan surat dinas yang umum.
Soal 10: Penggunaan Tembusan¶
Soal: Bagian tembusan dalam surat dinas digunakan untuk…
A. Menunjukkan kepada siapa surat asli dikirim
B. Memberitahukan pihak lain yang berwenang bahwa surat ini juga ditujukan kepada mereka
C. Memberitahukan pihak lain yang berwenang bahwa mereka juga perlu mengetahui isi surat tersebut
D. Menyimpan arsip surat
Jawaban: C
Penjelasan: Tembusan bukan berarti surat ini juga ditujukan untuk pihak tersebut, melainkan pihak-pihak yang tercantum dalam tembusan perlu mengetahui adanya surat tersebut dan isinya untuk kepentingan koordinasi, laporan, atau arsip. Surat asli hanya ditujukan kepada penerima di alamat tujuan. Pilihan A salah karena itu fungsi alamat tujuan. Pilihan B salah karena tembusan bukan penerima utama. Pilihan D adalah salah satu fungsi arsip, tapi bukan fungsi spesifik bagian tembusan.
Fakta Menarik: Tradisi menggunakan “Tembusan” (cc - carbon copy) berasal dari era mesin tik, di mana salinan surat dibuat menggunakan kertas karbon. Meskipun sekarang sudah digital, istilah “cc” masih digunakan dalam email dengan fungsi yang serupa.
Soal 11: Penulisan Nomor Surat¶
Soal: Perhatikan penulisan nomor surat berikut:
Nomor : 125/UND/X/2023
Arti dari kode “UND” pada nomor surat di atas kemungkinan besar adalah…
A. Undangan
B. Umum
C. Urusan Dinas
D. Utama
Jawaban: A
Penjelasan: Dalam penomoran surat, seringkali digunakan kode-kode tertentu untuk menunjukkan jenis surat atau unit yang mengeluarkan. Kode “UND” sangat umum digunakan sebagai singkatan dari jenis surat “Undangan”. Kode “X” biasanya menunjukkan bulan (Oktober dalam angka Romawi), dan “2023” menunjukkan tahun.
Soal 12: Penggunaan Bahasa dalam Isi Surat¶
Soal: Bahasa yang digunakan dalam isi surat dinas seharusnya bersifat…
A. Santai dan akrab
B. Luwes dan bertele-tele
C. Lugas, baku, dan efektif
D. Puitis dan indah
Jawaban: C
Penjelasan: Bahasa surat dinas harus lugas (langsung pada pokok persoalan), baku (menggunakan kosakata dan tata bahasa yang sesuai PUEBI), dan efektif (tidak bertele-tele, mudah dipahami). Surat dinas adalah dokumen resmi, jadi menghindari bahasa yang santai, bertele-tele, atau figuratif seperti puitis adalah keharusan.
Soal 13: Kesalahan Umum dalam Penulisan Surat Dinas¶
Soal: Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan surat dinas adalah…
A. Menggunakan bahasa yang baku
B. Menulis alamat lengkap penerima
C. Menggunakan singkatan yang tidak standar
D. Mencantumkan nomor telepon pengirim
Jawaban: C
Penjelasan: Menggunakan singkatan yang tidak standar atau hanya dipahami oleh internal instansi tertentu bisa membingungkan penerima yang berasal dari luar. Surat dinas harus bisa dipahami oleh siapa saja yang berwenang membacanya. Menggunakan bahasa baku (A), menulis alamat lengkap (B), dan mencantumkan nomor telepon (D) justru merupakan praktik yang benar.
Soal 14: Pentingnya Pengarsipan Surat Dinas¶
Soal: Mengapa pengarsipan surat dinas itu penting?
A. Agar surat tidak hilang dan mudah ditemukan kembali jika dibutuhkan
B. Untuk mengurangi jumlah kertas di kantor
C. Hanya sebagai formalitas administrasi
D. Agar bisa dibaca oleh siapa saja
Jawaban: A
Penjelasan: Pengarsipan surat dinas sangat krusial untuk memastikan dokumen penting tidak hilang, mudah dilacak, dan dapat diakses kembali kapan pun diperlukan, misalnya untuk rujukan, bukti, atau audit. Meskipun digitalisasi arsip bisa mengurangi kertas (B), itu bukan tujuan utama pengarsipan. Pengarsipan bukan sekadar formalitas (C), melainkan bagian integral dari manajemen dokumen. Surat dinas juga tidak seharusnya dibaca oleh siapa saja (D), ada batasan akses tergantung sifat kerahasiaannya.
Soal 15: Isi Surat yang Baik¶
Soal: Kalimat penutup isi surat dinas yang baik biasanya berisi…
A. Ringkasan seluruh isi surat
B. Ucapan terima kasih dan harapan tindak lanjut
C. Sapaan kepada penerima
D. Penjelasan rinci tentang latar belakang
Jawaban: B
Penjelasan: Bagian penutup isi surat biasanya berisi ucapan terima kasih atas perhatian penerima dan/atau harapan mengenai tindak lanjut yang diharapkan dari penerima surat tersebut. Ringkasan (A) biasanya ada di bagian pendahuluan atau perihal. Sapaan (C) ada di salam pembuka. Penjelasan latar belakang (D) ada di pendahuluan isi surat.
Soal 16: Format Penomoran Surat¶
Soal: Sistem penomoran surat dinas yang mencakup nomor urut, kode jenis surat, kode unit kerja, bulan (angka Romawi), dan tahun, menunjukkan bahwa penomoran tersebut bersifat…
A. Acak
B. Sistematis dan terorganisir
C. Rahasia
D. Fleksibel
Jawaban: B
Penjelasan: Penomoran surat dinas yang mengikuti format baku dengan berbagai kode (nomor urut, jenis, unit, bulan, tahun) menunjukkan bahwa instansi tersebut memiliki sistem pengarsipan dan manajemen surat yang sistematis dan terorganisir. Ini penting untuk kemudahan pelacakan dan pengarsipan. Penomoran surat tidak bersifat acak (A), rahasia (C - meskipun isinya bisa rahasia, nomornya sendiri tidak), atau fleksibel (D) karena harus mengikuti standar yang ditetapkan.
Soal 17: Kertas yang Digunakan¶
Soal: Kertas yang paling umum digunakan untuk surat dinas cetak adalah ukuran…
A. A3
B. A4
C. F4
D. B5
Jawaban: B
Penjelasan: Ukuran kertas standar internasional yang paling umum digunakan untuk surat menyurat resmi, termasuk surat dinas, adalah A4 (210mm x 297mm). Ukuran ini praktis untuk dicetak, difotokopi, dan diarsipkan. A3 (lebih besar) biasanya untuk poster atau gambar teknis. F4 (ukuran folio, sedikit lebih panjang dari A4) masih kadang digunakan tapi A4 lebih dominan. B5 (lebih kecil dari A4) kurang umum untuk surat resmi.
Tahukah Kamu? Standar ukuran kertas A4 adalah bagian dari standar internasional ISO 216. Ukuran ini dipilih karena memiliki rasio aspek yang unik: jika dibagi dua, hasilnya tetap memiliki rasio yang sama, memudahkan dalam pembuatan booklet atau salinan.
Soal 18: Fungsi Logo pada Kop Surat¶
Soal: Selain sebagai identitas visual, logo pada kop surat dinas juga berfungsi sebagai…
A. Hiasan
B. Simbol kerahasiaan surat
C. Penanda keaslian atau legalitas surat
D. Pengganti tanda tangan
Jawaban: C
Penjelasan: Logo instansi pada kop surat bukan sekadar hiasan (A). Logo adalah salah satu elemen penting yang menandai bahwa surat tersebut benar-benar dikeluarkan oleh instansi yang bersangkutan, menambah kesan resmi dan legalitas. Logo tidak ada hubungannya dengan kerahasiaan (B) atau menggantikan tanda tangan (D).
Soal 19: Kesalahan dalam Isi Surat¶
Soal: Perhatikan kutipan isi surat berikut:
“Sehubungan dengan undangan panjenengan, kami sampaikan bahwa…”
Kesalahan dalam kutipan di atas adalah…
A. Penggunaan kata “Sehubungan dengan”
B. Penggunaan kata “undangan”
C. Penggunaan kata “panjenengan”
D. Struktur kalimat yang kurang jelas
Jawaban: C
Penjelasan: Kata “panjenengan” adalah kosakata dari bahasa Jawa yang merupakan bentuk sapaan halus/kromo inggil untuk “Anda” atau “Saudara”. Dalam surat dinas yang menggunakan Bahasa Indonesia baku, penggunaan kosakata dari bahasa daerah, slang, atau non-baku lainnya harus dihindari. Penggunaan “Sehubungan dengan” (A) dan “undangan” (B) sudah tepat dalam konteks ini. Struktur kalimatnya (D) juga cukup jelas.
Soal 20: Urgensi Surat¶
Soal: Jika sebuah surat dinas perlu segera ditindaklanjuti, biasanya ada penanda khusus. Apa penanda tersebut?
A. Ditulis “Segera” atau “Penting” pada bagian perihal atau sudut atas surat
B. Menggunakan kertas berwarna merah
C. Dicetak dengan ukuran font yang besar
D. Ditulis tangan oleh pimpinan
Jawaban: A
Penjelasan: Untuk menunjukkan tingkat urgensi, surat dinas seringkali diberi penanda berupa tulisan “Segera”, “Penting”, “Rahasia”, atau “Kilat” di bagian perihal atau di sudut atas surat, baik di kop surat maupun di amplop. Menggunakan kertas berwarna (B) atau font besar (C) bukan cara standar untuk menunjukkan urgensi dalam surat dinas. Ditulis tangan (D) juga tidak menunjukkan urgensi, bahkan bisa mengurangi formalitas.
Soal 21: Bahasa yang Tidak Boleh Digunakan¶
Soal: Kalimat manakah di bawah ini yang tidak tepat digunakan dalam surat dinas?
A. Kami berharap Bapak/Ibu dapat hadir tepat waktu.
B. Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami mengucapkan terima kasih.
C. Mohon tindak lanjut secepatnya ya boss.
D. Bersama ini kami sampaikan permohonan bantuan dana.
Jawaban: C
Penjelasan: Kalimat “Mohon tindak lanjut secepatnya ya boss” jelas sangat informal dan menggunakan sapaan “boss” yang tidak baku. Ini sangat tidak sesuai dengan kaidah bahasa surat dinas yang baku dan formal. Pilihan A, B, dan D menggunakan bahasa yang tepat dan formal.
Soal 22: Tujuan Utama Surat Dinas¶
Soal: Tujuan utama dari penulisan surat dinas adalah…
A. Menyampaikan informasi atau instruksi secara resmi kepada pihak lain
B. Mengekspresikan perasaan pribadi penulis
C. Berpromosi produk secara masif
D. Menjalin hubungan pertemanan antarinstansi
Jawaban: A
Penjelasan: Surat dinas adalah alat komunikasi resmi untuk menyampaikan informasi, instruksi, permintaan, pemberitahuan, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan dinas atau pekerjaan. Ini adalah tujuan utamanya. Mengekspresikan perasaan (B) adalah fungsi surat pribadi. Promosi masif (C) biasanya menggunakan media pemasaran lain. Menjalin hubungan pertemanan (D) mungkin merupakan dampak dari komunikasi yang baik, tapi bukan tujuan utama pembuatan surat dinas itu sendiri.
Soal 23: Penggunaan Singkatan Gelar¶
Soal: Penulisan gelar dalam surat dinas harus mengikuti kaidah. Penulisan gelar “Sarjana Ekonomi” yang benar adalah…
A. S.E.
B. SE
C. S. E
D. S,E,
Jawaban: A
Penjelasan: Penulisan singkatan gelar akademik mengikuti kaidah PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Setiap singkatan gelar dipisahkan oleh titik, dan jika ada lebih dari satu huruf, setiap huruf juga dipisahkan titik (kecuali untuk gelar yang memang satu huruf seperti S.I.P.). Contoh: S.E. (Sarjana Ekonomi), S.H. (Sarjana Hukum), M.Sc. (Master of Science), Dr. (Doktor). Pilihan B, C, dan D salah formatnya.
Soal 24: Bagian Akhir Surat¶
Soal: Setelah tanda tangan, nama terang, dan jabatan penanggung jawab surat, bagian terakhir yang seringkali ada pada surat dinas adalah…
A. Perihal
B. Lampiran
C. Tembusan
D. Tanggal
Jawaban: C
Penjelasan: Bagian tembusan (cc) diletakkan di bagian paling bawah surat, setelah semua elemen penutup utama (salam penutup, nama, jabatan, tanda tangan). Perihal (A) dan Lampiran (B) ada di bagian awal surat. Tanggal (D) juga ada di bagian awal surat.
Soal 25: Prinsip Efektivitas dalam Surat Dinas¶
Soal: Salah satu prinsip penting dalam menulis surat dinas adalah efektivitas, yang berarti…
A. Menggunakan kata-kata yang sulit agar terlihat pintar
B. Menyampaikan isi surat dengan jelas, singkat, dan tepat
C. Menggunakan banyak jargon teknis
D. Membuat surat sepanjang mungkin agar informatif
Jawaban: B
Penjelasan: Efektivitas dalam komunikasi tertulis, terutama surat dinas, berarti pesan disampaikan dengan jelas (mudah dipahami), singkat (tidak bertele-tele), dan tepat (sesuai dengan maksud). Menggunakan kata sulit (A), jargon teknis berlebihan (C), atau membuat surat panjang (D) justru mengurangi efektivitas dan bisa membingungkan penerima.
Tips Tambahan: Selalu periksa kembali surat dinas yang sudah kamu tulis. Pastikan semua bagian lengkap, penulisan sudah sesuai kaidah (PUEBI), bahasanya baku dan jelas, serta tidak ada kesalahan pengetikan (typo). Kesalahan kecil bisa mengurangi kredibilitas surat dan instansi.
Semoga latihan soal ini membantu kamu memahami lebih dalam tentang struktur dan kaidah penulisan surat dinas. Menguasai ini memang butuh latihan, tapi percayalah, ini skill yang sangat berguna di dunia kerja. Surat dinas yang baik mencerminkan profesionalisme pengirimnya.
Gimana, ada soal yang bikin kamu bingung? Atau mungkin kamu punya contoh soal lain yang menarik? Yuk, diskusikan di kolom komentar!
Posting Komentar