Begini Cara Bikin Surat Keterangan Wiraswasta Sendiri (Ada Contohnya)
Buat kamu yang punya usaha sendiri, entah itu jualan online, buka warung, jadi freelancer, atau bisnis lainnya, kadang kamu butuh bukti tertulis kalau kamu memang wiraswasta. Bukti ini seringkali berupa surat keterangan wiraswasta atau yang kadang disebut juga surat keterangan usaha (SKU). Surat ini fungsinya penting banget buat berbagai keperluan resmi.
Kenapa sih perlu surat ini? Banyak alasannya. Misalnya, kalau kamu mau buka rekening bank atas nama usaha, mengajukan pinjaman modal ke bank atau koperasi, melamar beasiswa, mengurus visa, atau bahkan buat pendaftaran sekolah anak. Instansi-instansi tersebut butuh kepastian bahwa kamu punya sumber penghasilan yang jelas dari usahamu sendiri.
Image just for illustration
Surat keterangan wiraswasta ini bukan cuma sekadar formalitas lho. Dengan punya surat ini, usahamu jadi punya “identitas” yang diakui secara administratif oleh lingkungan sekitar atau pemerintah daerah setempat, biasanya di tingkat RT/RW atau Kelurahan/Desa. Ini langkah awal yang bagus buat melegalkan usahamu secara bertahap.
Meskipun formatnya bisa beda-beda sedikit tergantung instansi yang mengeluarkan, ada beberapa elemen kunci yang pasti ada dalam surat keterangan wiraswasta. Memahami bagian-bagian ini penting supaya kamu bisa memastikan surat yang kamu terima sudah lengkap dan benar. Ini juga membantu kalau kamu perlu mengurusnya sendiri.
Bagian-Bagian Penting dalam Surat Keterangan Wiraswasta¶
Sebelum kita lihat contohnya, yuk kita bedah dulu apa aja sih isi standar dari surat ini. Mengetahui setiap bagiannya bikin kamu paham kenapa informasi tertentu diminta saat mengurus surat ini. Ini dia elemen-elemen krusial yang harus ada:
Kop Surat atau Kepala Surat¶
Ini bagian paling atas surat. Biasanya berisi nama dan alamat instansi yang mengeluarkan surat, misalnya RT/RW, Kelurahan, atau Desa. Kadang ada juga nomor telepon atau logo instansi tersebut di sini. Kop surat ini menunjukkan legalitas dan asal surat.
Judul Surat¶
Pasti ada judulnya dong, biasanya tertulis jelas “SURAT KETERANGAN WIRASWASTA” atau “SURAT KETERANGAN USAHA”. Judul ini langsung memberitahu pembaca maksud dari surat tersebut. Penting banget biar enggak salah dokumen.
Nomor Surat¶
Setiap surat resmi yang dikeluarkan instansi pasti punya nomor. Nomor surat ini penting untuk administrasi dan pengarsipan di instansi yang mengeluarkan. Formatnya biasanya gabungan angka dan huruf, serta kode instansi dan tahun.
Tanggal Pembuatan Surat¶
Tanggal kapan surat itu dikeluarkan harus jelas tertera. Ini penting untuk mengetahui masa berlaku surat (jika ada) dan sebagai referensi waktu. Pastikan tanggalnya sesuai dengan hari saat surat itu diurus atau diterbitkan.
Data Diri Pemohon¶
Ini bagian krusial yang berisi identitas lengkap kamu sebagai pemilik usaha. Detail yang diminta biasanya meliputi nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan, agama, pekerjaan (sebutkan wiraswasta), dan alamat lengkap sesuai KTP. Pastikan semua data ini akurat ya.
Data Usaha¶
Selain data diri, data usaha kamu juga harus dijelaskan. Ini mencakup nama usaha (jika ada), jenis usaha atau bidang usaha yang dijalani (misalnya, perdagangan sembako, jasa desain grafis, warung makan, toko kelontong), lokasi usaha (bisa alamat rumah jika usaha di rumah, atau alamat kios/tempat usaha), dan kadang sejak kapan usaha itu dimulai. Deskripsi usaha yang jelas membantu verifikasi.
Keperluan/Tujuan Surat¶
Bagian ini menjelaskan surat keterangan wiraswasta ini dibuat untuk keperluan apa. Misalnya, untuk mengajukan pinjaman bank BRI, untuk keperluan beasiswa LPDP, untuk persyaratan visa Schengen, atau untuk membuka rekening bank BCA. Menyebutkan tujuan spesifik bikin surat ini lebih terarah dan valid di mata instansi penerima.
Keterangan Tambahan¶
Kadang ada keterangan tambahan, misalnya bahwa nama yang bersangkutan benar adalah warga di wilayah tersebut, atau bahwa usaha yang dijalankan benar adanya setelah dilakukan pengecekan. Bagian ini sifatnya opsional tapi bisa menambah bobot surat.
Penutup Surat¶
Bagian ini berisi kalimat penutup standar, seperti “Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.” atau kalimat serupa yang menegaskan keabsahan surat. Kalimat penutup ini penting sebagai formalitas.
Tanda Tangan dan Nama Jelas Pejabat Penerbit¶
Surat ini harus ditandatangani oleh pejabat yang berwenang di instansi penerbit, misalnya Ketua RT/RW, Kepala Dusun, atau Lurah/Kepala Desa. Nama jelas dan jabatan pejabat tersebut juga harus tertera. Tanda tangan ini membuktikan keaslian surat.
Stempel Instansi¶
Selain tanda tangan, stempel resmi dari instansi yang mengeluarkan surat juga harus dibubuhkan. Stempel ini bersama tanda tangan adalah penguat legalitas surat. Pastikan stempelnya jelas dan tidak buram.
Memahami bagian-bagian ini memudahkan kamu saat mengurus atau mengecek draf suratnya. Jangan sampai ada bagian yang terlewat ya, karena bisa jadi suratmu ditolak oleh pihak yang dituju.
Cara Mendapatkan Surat Keterangan Wiraswasta¶
Mengurus surat keterangan wiraswasta ini biasanya enggak ribet kok. Prosesnya dimulai dari tingkat lingkungan terdekatmu. Ini dia langkah-langkah umumnya:
- Siapkan Dokumen Persyaratan: Biasanya kamu perlu KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK). Kadang juga diminta PBB terakhir atau surat pengantar dari RT. Beberapa tempat mungkin minta foto lokasi usaha jika usahanya ada tempat fisiknya.
- Minta Pengantar dari RT/RW: Datangi Ketua RT di lingkunganmu untuk meminta surat pengantar. Jelaskan maksud dan tujuanmu membuat surat keterangan wiraswasta. Surat pengantar dari RT ini akan dibawa ke tingkat RW, lalu ke Kelurahan/Desa.
- Ke Kantor Kelurahan/Desa: Setelah dapat pengantar dari RT dan RW (jika diperlukan), bawa dokumen persyaratan lengkap ke kantor Kelurahan atau Desa. Sampaikan keperluanmu ke petugas loket pelayanan.
- Proses Pembuatan Surat: Petugas akan memproses permohonanmu, memeriksa dokumen, dan membuat draf surat keterangan wiraswasta berdasarkan data yang kamu berikan dan pengantar dari RT/RW.
- Verifikasi dan Tanda Tangan: Kamu mungkin diminta memeriksa kembali draf surat untuk memastikan data diri dan data usaha sudah benar. Setelah sesuai, surat akan ditandatangani oleh Lurah/Kepala Desa atau pejabat yang berwenang, serta dibubuhkan stempel resmi.
- Ambil Surat: Surat keterangan wiraswasta kamu sudah jadi dan siap diambil. Simpan baik-baik surat ini dan fotokopi beberapa rangkap jika dibutuhkan.
Biasanya proses ini tidak memakan waktu lama, hanya perlu kesabaran antre di kantor Kelurahan/Desa jika sedang ramai. Biayanya pun umumnya gratis atau sukarela, tapi sebaiknya tanyakan dulu ke petugas ya.
Contoh Surat Keterangan Wiraswasta untuk Berbagai Keperluan¶
Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu. Berikut beberapa contoh format surat keterangan wiraswasta yang umum digunakan, disesuaikan dengan tujuan atau keperluan yang berbeda. Kamu bisa menjadikan ini referensi, tapi ingat format finalnya tetap mengikuti standar instansi yang menerbitkan ya.
Contoh 1: Surat Keterangan Wiraswasta untuk Keperluan Umum¶
Surat ini format standar yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan, misalnya melamar pekerjaan yang mensyaratkan bukti wiraswasta, atau keperluan administrasi umum lainnya.
[Kop Surat Kelurahan/Desa]
PEMERINTAH [Nama Kabupaten/Kota]
KECAMATAN [Nama Kecamatan]
KELURAHAN/DESA [Nama Kelurahan/Desa]
Alamat: [Alamat Lengkap Kelurahan/Desa]
Telepon: [Nomor Telepon]
--------------------------------------------------------------------------
SURAT KETERANGAN WIRASWASTA
Nomor: [Nomor Surat]/[Kode Instansi]/[Bulan (Romawi)]/[Tahun]
Yang bertanda tangan di bawah ini Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa] Kecamatan [Nama Kecamatan] Kabupaten/Kota [Nama Kabupaten/Kota] dengan ini menerangkan bahwa:
Nama Lengkap : [Nama Lengkap Anda]
NIK : [Nomor NIK KTP Anda]
Tempat, Tanggal Lahir : [Tempat Lahir], [Tanggal Lahir]
Jenis Kelamin : [Laki-laki/Perempuan]
Status Perkawinan : [Status Perkawinan]
Agama : [Agama Anda]
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : [Alamat Lengkap Sesuai KTP]
Berdasarkan pengamatan kami dan keterangan yang ada, nama tersebut di atas benar adalah warga kami yang berdomisili di alamat tersebut dan menjalankan usaha secara mandiri (wiraswasta) berupa:
Jenis/Bidang Usaha : [Jelaskan Jenis Usaha Anda, contoh: Perdagangan Sembako, Jasa Online, Warung Makan]
Lokasi Usaha : [Alamat Lokasi Usaha, bisa alamat rumah jika di rumah]
Sejak : [Tahun Mulai Usaha]
Surat keterangan wiraswasta ini dibuat untuk keperluan: [Sebutkan Tujuan Umum, contoh: Kelengkapan Administrasi, Persyaratan Dokumen]
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
[Nama Kota/Desa], [Tanggal Surat Dibuat]
Mengetahui,
Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa]
[Tanda Tangan Pejabat]
[Stempel Instansi]
[Nama Lengkap Pejabat]
[NIP/Jabatan jika ada]
Contoh 2: Surat Keterangan Wiraswasta untuk Pengajuan Pinjaman Bank/Kredit¶
Kalau tujuannya ke bank atau lembaga keuangan untuk pinjaman, formatnya mirip tapi penekanan mungkin lebih pada detail usaha dan tujuannya untuk kredit.
[Kop Surat Kelurahan/Desa]
PEMERINTAH [Nama Kabupaten/Kota]
KECAMATAN [Nama Kecamatan]
KELURAHAN/DESA [Nama Kelurahan/Desa]
Alamat: [Alamat Lengkap Kelurahan/Desa]
Telepon: [Nomor Telepon]
--------------------------------------------------------------------------
SURAT KETERANGAN WIRASWASTA
Nomor: [Nomor Surat]/[Kode Instansi]/[Bulan (Romawi)]/[Tahun]
Yang bertanda tangan di bawah ini Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa] Kecamatan [Nama Kecamatan] Kabupaten/Kota [Nama Kabupaten/Kota] dengan ini menerangkan bahwa:
Nama Lengkap : [Nama Lengkap Anda]
NIK : [Nomor NIK KTP Anda]
Tempat, Tanggal Lahir : [Tempat Lahir], [Tanggal Lahir]
Jenis Kelamin : [Laki-laki/Perempuan]
Status Perkawinan : [Status Perkawinan]
Agama : [Agama Anda]
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : [Alamat Lengkap Sesuai KTP]
Menerangkan bahwa nama tersebut di atas benar adalah warga kami dan benar memiliki usaha mandiri (wiraswasta) yang beralamat di [Alamat Lokasi Usaha] dengan rincian sebagai berikut:
Nama Usaha (jika ada) : [Nama Usaha Anda, contoh: Warung Barokah, Toko Online Maju Jaya]
Jenis/Bidang Usaha : [Jelaskan Jenis Usaha Anda, contoh: Perdagangan Pakaian Jadi, Jasa Fotografi, Kuliner]
Sejak Tahun : [Tahun Mulai Usaha]
Estimasi Omzet Bulanan : [Opsional, jika diminta dan bisa diverifikasi]
Surat keterangan wiraswasta ini dibuat atas permintaan yang bersangkutan guna keperluan pengajuan pinjaman/kredit pada [Nama Bank/Lembaga Keuangan, contoh: Bank Mandiri, Bank BNI, Koperasi Simpan Pinjam].
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya, berdasarkan data kependudukan dan informasi dari lingkungan setempat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
[Nama Kota/Desa], [Tanggal Surat Dibuat]
Mengetahui,
Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa]
[Tanda Tangan Pejabat]
[Stempel Instansi]
[Nama Lengkap Pejabat]
[NIP/Jabatan jika ada]
Tips Tambahan: Saat mengajukan ke bank, siapkan juga catatan keuangan sederhana usahamu kalau ada, ini bisa jadi bukti pendukung selain surat ini.
Contoh 3: Surat Keterangan Wiraswasta untuk Persyaratan Beasiswa¶
Untuk beasiswa, surat ini biasanya jadi bukti sumber penghasilan orang tua/wali jika orang tua/wali adalah wiraswasta. Formatnya mirip, tapi data diri yang ditampilkan adalah data diri orang tua/wali, dan menjelaskan jenis usaha serta perkiraan penghasilan (jika diminta). Tujuan suratnya jelas untuk persyaratan beasiswa.
[Kop Surat Kelurahan/Desa]
PEMERINTAH [Nama Kabupaten/Kota]
KECAMATAN [Nama Kecamatan]
KELURAHAN/DESA [Nama Kelurahan/Desa]
Alamat: [Alamat Lengkap Kelurahan/Desa]
Telepon: [Nomor Telepon]
--------------------------------------------------------------------------
SURAT KETERANGAN WIRASWASTA
Nomor: [Nomor Surat]/[Kode Instansi]/[Bulan (Romawi)]/[Tahun]
Yang bertanda tangan di bawah ini Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa] Kecamatan [Nama Kecamatan] Kabupaten/Kota [Nama Kabupaten/Kota] dengan ini menerangkan bahwa:
Nama Lengkap : [Nama Lengkap Orang Tua/Wali yang Wiraswasta]
NIK : [Nomor NIK KTP Orang Tua/Wali]
Tempat, Tanggal Lahir : [Tempat Lahir], [Tanggal Lahir Orang Tua/Wali]
Jenis Kelamin : [Laki-laki/Perempuan]
Status Perkawinan : [Status Perkawinan Orang Tua/Wali]
Agama : [Agama Orang Tua/Wali]
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : [Alamat Lengkap Sesuai KTP Orang Tua/Wali]
Menerangkan bahwa nama tersebut di atas benar adalah warga kami dan benar memiliki usaha mandiri (wiraswasta) sebagai berikut:
Jenis/Bidang Usaha : [Jelaskan Jenis Usaha Orang Tua/Wali, contoh: Petani, Pedagang Pasar, Tukang Bangunan]
Lokasi Usaha : [Alamat Lokasi Usaha, jika ada]
Estimasi Penghasilan Bulanan : [Sebutkan estimasi pendapatan kotor atau bersih, contoh: Rp X.XXX.XXX,- (Angka dalam huruf)] - **PERHATIAN:** Bagian ini sensitif, pastikan sesuai kenyataan atau diskusikan dengan pejabat Kelurahan/Desa.
Surat keterangan wiraswasta ini dibuat atas permintaan yang bersangkutan guna melengkapi persyaratan pengajuan Beasiswa [Nama Beasiswa, contoh: Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa Unggulan] untuk putra/putrinya yang bernama:
Nama Lengkap : [Nama Lengkap Anak yang Mendaftar Beasiswa]
NIK : [Nomor NIK KTP Anak]
Tempat, Tanggal Lahir : [Tempat Lahir Anak], [Tanggal Lahir Anak]
Alamat : [Alamat Lengkap Anak]
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya, berdasarkan data kependudukan dan informasi dari lingkungan setempat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
[Nama Kota/Desa], [Tanggal Surat Dibuat]
Mengetahui,
Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa]
[Tanda Tangan Pejabat]
[Stempel Instansi]
[Nama Lengkap Pejabat]
[NIP/Jabatan jika ada]
Perlu diingat, data penghasilan ini bisa jadi diminta atau tidak, tergantung persyaratan beasiswa. Jika diminta, berikan data yang sejujurnya ya.
Image just for illustration
Contoh 4: Surat Keterangan Wiraswasta untuk Persyaratan Visa¶
Mengurus visa ke luar negeri kadang memerlukan bukti finansial, dan bagi wiraswasta, surat ini bisa jadi salah satu dokumen pendukung untuk menunjukkan sumber penghasilan.
[Kop Surat Kelurahan/Desa]
PEMERINTAH [Nama Kabupaten/Kota]
KECAMATAN [Nama Kecamatan]
KELURAHAN/DESA [Nama Kelurahan/Desa]
Alamat: [Alamat Lengkap Kelurahan/Desa]
Telepon: [Nomor Telepon]
--------------------------------------------------------------------------
SURAT KETERANGAN WIRASWASTA
Nomor: [Nomor Surat]/[Kode Instansi]/[Bulan (Romawi)]/[Tahun]
Yang bertanda tangan di bawah ini Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa] Kecamatan [Nama Kecamatan] Kabupaten/Kota [Nama Kabupaten/Kota] dengan ini menerangkan bahwa:
Nama Lengkap : [Nama Lengkap Anda]
NIK : [Nomor NIK KTP Anda]
Tempat, Tanggal Lahir : [Tempat Lahir], [Tanggal Lahir]
Jenis Kelamin : [Laki-laki/Perempuan]
Status Perkawinan : [Status Perkawinan]
Agama : [Agama Anda]
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : [Alamat Lengkap Sesuai KTP]
Menerangkan bahwa nama tersebut di atas benar adalah warga kami dan benar memiliki usaha mandiri (wiraswasta) yang berlokasi di [Alamat Lokasi Usaha, jika ada, atau sebutkan di alamat domisili] dengan rincian sebagai berikut:
Jenis/Bidang Usaha : [Jelaskan Jenis Usaha Anda, contoh: Konsultan IT Freelance, Perdagangan Kerajinan Tangan Ekspor]
Sejak Tahun : [Tahun Mulai Usaha]
Surat keterangan wiraswasta ini dibuat atas permintaan yang bersangkutan guna melengkapi persyaratan pengajuan Visa [Nama Negara Tujuan, contoh: Visa Schengen, Visa Australia] untuk tujuan [Sebutkan Tujuan Kunjungan, contoh: Liburan, Bisnis].
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya, berdasarkan data kependudukan dan informasi dari lingkungan setempat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
[Nama Kota/Desa], [Tanggal Surat Dibuat]
Mengetahui,
Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa]
[Tanda Tangan Pejabat]
[Stempel Instansi]
[Nama Lengkap Pejabat]
[NIP/Jabatan jika ada]
Untuk visa, selain surat ini, kamu juga biasanya perlu melampirkan rekening koran bank pribadi atau usaha yang menunjukkan arus kas. Surat ini berfungsi menguatkan bukti bahwa sumber dana yang ada di rekeningmu berasal dari usahamu.
Tips Saat Mengurus dan Menggunakan Surat Keterangan Wiraswasta¶
Mengurus surat ini memang mudah, tapi ada beberapa tips yang bisa membantumu:
- Pastikan Data Akurat: Cek kembali semua data diri dan data usaha yang akan dicantumkan. Salah satu huruf saja bisa jadi masalah nantinya. Sesuaikan dengan data di KTP dan KK.
- Jelaskan Tujuan dengan Jelas: Saat meminta dibuatkan surat, sampaikan tujuan spesifikmu dengan jelas. Ini akan membantu petugas membuat surat dengan redaksi yang paling sesuai.
- Siapkan Dokumen Pendukung: Bawa semua dokumen yang mungkin dibutuhkan: KTP, KK, surat pengantar RT/RW (jika diminta), PBB terakhir, atau dokumen usaha lain jika ada.
- Jaga Keramahan: Bersikap sopan dan ramah kepada petugas di kantor Kelurahan/Desa akan membuat prosesnya lebih lancar dan menyenangkan.
- Fotokopi: Setelah surat jadi, fotokopi beberapa rangkap. Surat asli biasanya hanya ditunjukkan, sementara fotokopinya yang diserahkan ke instansi yang membutuhkan.
- Perhatikan Masa Berlaku: Beberapa instansi mungkin memberlakukan masa berlaku untuk surat ini, misalnya 3 atau 6 bulan. Perhatikan ini dan urus lagi jika sudah kedaluwarsa.
- Simpan dengan Baik: Surat asli adalah dokumen penting, simpan di tempat yang aman agar tidak hilang atau rusak.
| Sumber Penerbit Surat | Tingkat | Umumnya Persyaratan |
|---|---|---|
| RT/RW | Lingkungan | KTP, KK, Pengantar RT (untuk ke RW) |
| Kelurahan/Desa | Pemerintah Daerah Tingkat Bawah | KTP, KK, Pengantar RT/RW, PBB (opsional) |
Tabel: Sumber Umum Penerbitan Surat Keterangan Wiraswasta
Fakta Menarik tentang Wiraswasta dan UKM di Indonesia¶
Indonesia adalah negara yang pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) atau wiraswastanya sangat pesat. Mereka ini tulang punggung ekonomi lho!
- Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) mendominasi struktur perekonomian Indonesia, menyumbang porsi terbesar terhadap PDB nasional dan penyerapan tenaga kerja.
- Surat Keterangan Usaha (SKU) atau Surat Keterangan Wiraswasta seringkali menjadi langkah awal bagi banyak UMKM untuk mulai “diformalisasi” secara administrasi di tingkat pemerintah daerah.
- Meskipun terkesan sederhana, memiliki surat ini bisa membuka akses yang tadinya sulit didapat oleh wiraswasta informal, seperti akses permodalan dari bank atau program bantuan dari pemerintah.
- Kemudahan pengurusan SKU di tingkat Kelurahan/Desa adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha mikro dan kecil agar terdata dan bisa mendapatkan manfaat dari program-program pengembangan UMKM.
Membuat surat ini memang kelihatannya sepele, tapi manfaatnya gede banget buat pengembangan usahamu di masa depan. Jadi, jangan tunda lagi kalau kamu memang butuh surat ini.
Kesimpulan¶
Surat keterangan wiraswasta atau SKU adalah dokumen penting bagi kamu yang menjalankan usaha sendiri. Surat ini menjadi bukti legalitas usaha kamu di mata lingkungan sekitar dan pemerintah daerah, meskipun skalanya masih kecil atau informal. Fungsinya beragam, mulai dari pengajuan pinjaman, persyaratan beasiswa, mengurus visa, sampai kebutuhan administrasi lainnya.
Proses mendapatkannya pun relatif mudah, cukup datang ke kantor Kelurahan/Desa di tempat tinggalmu dengan membawa dokumen yang dibutuhkan dan pengantar dari RT/RW. Dengan punya surat ini, pintu akses ke berbagai kesempatan yang bisa mengembangkan usahamu akan terbuka lebih lebar.
Jadi, apakah kamu sudah punya surat keterangan wiraswasta ini? Atau mungkin kamu punya pengalaman mengurusnya yang ingin dibagi?
Yuk, ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Atau mungkin ada pertanyaan yang masih mengganjal di benakmu? Jangan ragu bertanya ya.
Posting Komentar