Begini Lho Cara Bikin Surat Resmi Bahasa Inggris yang Baik & Benar (+Contoh)

Table of Contents

Menulis surat resmi dalam bahasa Inggris itu penting banget lho, guys. Entah buat urusan bisnis, melamar kerja, atau keperluan akademis, kemampuan ini bisa jadi nilai plus yang signifikan. Surat resmi itu beda sama surat buat teman, gaya bahasanya harus formal, strukturnya jelas, dan isinya langsung ke pokok masalah. Makanya, yuk kita bedah bareng gimana cara bikin surat resmi yang oke dalam bahasa Inggris!

Anatomi Surat Resmi Bahasa Inggris

Sama seperti surat resmi dalam bahasa Indonesia, surat resmi dalam bahasa Inggris juga punya bagian-bagian wajib yang harus ada. Bagian-bagian ini yang bikin surat kamu kelihatan profesional dan mudah dimengerti sama penerima. Penting banget buat mastiin semua bagian ini ada dan ditulis dengan benar sesuai format standar.

Kepala Surat (Header)

Bagian ini biasanya ada di paling atas surat. Isinya informasi tentang pengirim dan penerima, plus tanggal surat dibuat.

  • Sender’s Address: Alamat si pengirim surat. Ditulis lengkap mulai dari nama (kalau perseorangan), nama perusahaan/organisasi, nomor jalan, kota, kode pos, dan negara.
  • Date: Tanggal surat ditulis. Ada dua format umum: British (Day Month Year, cth: 15 September 2023) atau American (Month Day, Year, cth: September 15, 2023). Pilih salah satu dan konsisten ya.
  • Receiver’s Address: Alamat penerima surat. Sama kayak alamat pengirim, tulis lengkap mulai dari nama (kalau tahu), jabatan (kalau perlu), nama perusahaan/organisasi, nomor jalan, kota, kode pos, dan negara.

formal letter structure
Image just for illustration

Salam Pembuka (Salutation)

Ini adalah sapaan awal sebelum masuk ke isi surat. Pilihan sapaan ini tergantung seberapa kamu tahu identitas penerimanya.

  • Kalau kamu tahu nama penerimanya dan gendernya, pakai: Dear Mr./Ms./Dr. [Nama Belakang Penerima]. Contoh: Dear Mr. Smith, Dear Ms. Johnson. Kalau nggak yakin gendernya, pakai Ms. untuk perempuan.
  • Kalau kamu tahu nama penerimanya tapi nggak tahu gendernya atau nama lengkapnya, bisa pakai: Dear [Nama Lengkap Penerima] (walaupun ini kurang umum di gaya formal banget). Contoh: Dear Alex Taylor.
  • Kalau kamu sama sekali nggak tahu nama penerimanya (misalnya surat ditujukan ke ‘Marketing Department’), pakai: Dear Sir/Madam. Ini paling aman kalau kamu nggak punya info spesifik.
  • Kalau ditujukan ke sebuah divisi atau posisi: Dear Marketing Department atau Dear Hiring Manager.

Baris Subjek (Subject Line)

Bagian ini penting banget buat ngasih tahu penerima surat tentang topik atau perihal surat kamu secara singkat. Letaknya biasanya setelah salam pembuka dan sebelum isi surat. Gunakan frasa yang jelas dan padat.

Contoh:
* Subject: Application for Marketing Manager Position
* Subject: Inquiry Regarding Order #12345
* Subject: Complaint About Service Received on 10 October 2023

Ini membantu penerima buat langsung tahu isi surat dan ngarahin ke orang atau departemen yang tepat kalau suratnya masuk ke kantor besar.

Isi Surat (Body Paragraphs)

Nah, ini inti dari surat kamu. Isi surat dibagi jadi beberapa paragraf yang strukturnya logis. Gaya bahasanya harus formal, jelas, ringkas, dan langsung ke poinnya.

  • Paragraf Pertama: Jelaskan tujuan kamu menulis surat. Langsung to the point. Jangan bertele-tele di awal.
    • Contoh: I am writing to apply for the position of Marketing Manager, as advertised on LinkedIn. (Untuk lamaran kerja)
    • Contoh: I am writing to inquire about the availability of your conference rooms for a company event. (Untuk permohonan informasi)
    • Contoh: I am writing to express my strong dissatisfaction with the service I received at your restaurant on October 10, 2023. (Untuk pengaduan)
  • Paragraf Tengah: Berikan detail yang relevan untuk mendukung tujuan kamu. Jelaskan latar belakang, berikan informasi tambahan, sebutkan bukti (jika ada), atau kembangkan poin yang kamu buat di paragraf pertama. Pastikan informasinya terorganisir dengan baik.
  • Paragraf Penutup: Nyatakan harapan atau tindakan yang kamu inginkan dari penerima. Ulangi secara singkat poin penting jika perlu, tapi jangan memperkenalkan ide baru di sini. Ucapkan terima kasih atas waktu dan perhatian mereka.
    • Contoh: I have attached my resume and cover letter for your review and look forward to hearing from you soon. (Untuk lamaran kerja)
    • Contoh: Please let me know the available dates and pricing options at your earliest convenience. (Untuk permohonan informasi)
    • Contoh: I expect a prompt response regarding the steps you will take to resolve this issue. (Untuk pengaduan)

Pastikan setiap paragraf punya satu ide utama dan antar-paragraf mengalir dengan lancar. Hindari penggunaan slang, singkatan informal (seperti ‘LOL’, ‘ASAP’ kecuali memang standar industri dan kamu yakin penerima paham), atau bahasa gaul.

Salam Penutup (Closing)

Ini adalah frasa penutup sebelum tanda tangan. Pilihan salam penutup tergantung sama salam pembuka kamu tadi.

  • Kalau kamu menggunakan nama penerima di salam pembuka (misal: Dear Mr. Smith), gunakan: Sincerely, atau Sincerely yours,. Ini yang paling umum di gaya American English.
  • Kalau kamu menggunakan Dear Sir/Madam karena tidak tahu nama penerima, gunakan: Yours faithfully,. Ini lebih umum di gaya British English.
  • Pilihan lain yang cukup formal dan bisa dipakai di kedua gaya: Regards, atau Best regards, (meskipun kadang dianggap sedikit kurang formal dibandingkan Sincerely/Yours faithfully, tergantung konteks).

Setelah salam penutup, beri spasi 3-4 baris untuk tempat tanda tangan, lalu ketik nama lengkap kamu.

Tanda Tangan (Signature)

Di bawah salam penutup, ada area kosong untuk tanda tangan fisik jika surat dicetak. Di bawah area tanda tangan (atau langsung di bawah salam penutup jika surat dikirim elektronik tanpa tanda tangan fisik), ketik nama lengkap kamu. Kalau perlu, tambahkan gelar atau jabatan kamu di bawah nama lengkap.

Contoh:

Sincerely,

[Spasi untuk Tanda Tangan]

John Doe
Marketing Specialist

atau

Yours faithfully,

[Spasi untuk Tanda Tangan]

Jane Smith

Kalau kamu mewakili perusahaan, bisa tambahkan nama perusahaan di atas nama kamu.

Contoh:

Sincerely,

[Spasi untuk Tanda Tangan]

ABC Company

Attn: John Doe
Sales Manager

Contoh Berbagai Jenis Surat Resmi

Oke, sekarang kita lihat gimana anatomi tadi diterapkan di berbagai jenis surat resmi. Ini bukan contoh surat lengkap, tapi panduan struktur dan poin-poin penting yang ada di setiap jenis surat.

Surat Lamaran Kerja (Application Letter / Cover Letter)

Surat ini tujuannya buat memperkenalkan diri dan menjelaskan kenapa kamu kandidat yang cocok buat posisi yang dilamar.

job application letter sample
Image just for illustration

Struktur Inti:

  • Sender’s Address, Date, Receiver’s Address: (Sama seperti panduan di atas)
  • Salutation: Dear Mr./Ms. [Nama Recruiter/Hiring Manager] atau Dear Hiring Manager
  • Subject: Subject: Application for [Nama Posisi] Position
  • Body Paragraphs:
    • Paragraf 1: Sebutkan posisi yang kamu lamar dan di mana kamu melihat iklan lowongan tersebut. Nyatakan minat kuat kamu.
    • Paragraf 2-3: Jelaskan mengapa kamu cocok untuk posisi itu. Hubungkan kualifikasi, pengalaman, dan keterampilan kamu dengan persyaratan di iklan lowongan. Berikan contoh spesifik dari pencapaian kamu. Tonjolkan apa yang bisa kamu kontribusikan ke perusahaan.
    • Paragraf Penutup: Ungkapkan harapan untuk diskusi lebih lanjut (wawancara). Sebutkan bahwa resume terlampir. Ucapkan terima kasih.
  • Closing: Sincerely, atau Yours faithfully, (sesuaikan dengan salutation)
  • Signature: Tanda tangan (jika dicetak) dan Nama Lengkap.

Tips: Riset dulu tentang perusahaan yang dilamar. Sesuaikan isi surat kamu dengan nilai-nilai atau proyek terbaru mereka. Jangan cuma mengulang resume, tapi ceritakan kisah singkat tentang kenapa kamu adalah pilihan terbaik.

Surat Bisnis Umum (General Business Letter)

Ini bisa macam-macam, mulai dari surat penawaran, permintaan informasi, konfirmasi pesanan, dan lain-lain. Tujuannya sangat bervariasi, tapi formatnya mirip.

business correspondence sample
Image just for illustration

Struktur Inti:

  • Sender’s Address, Date, Receiver’s Address: (Sama seperti panduan di atas)
  • Salutation: Dear Mr./Ms. [Nama Kontak], Dear Sir/Madam, atau Dear [Nama Perusahaan/Departemen]
  • Subject: Subject: [Jelaskan Tujuan Surat secara Singkat] (Cth: Inquiry Regarding Partnership, Confirmation of Order #6789)
  • Body Paragraphs:
    • Paragraf 1: Sebutkan tujuan utama kamu menulis surat. Berikan sedikit konteks jika perlu.
    • Paragraf Tengah: Jelaskan detail yang relevan terkait tujuan surat. Berikan informasi yang dibutuhkan atau sampaikan informasi yang perlu diketahui penerima. Pastikan semua poin penting tercakup dengan jelas. Gunakan poin-poin bullet jika ada daftar yang perlu disampaikan.
    • Paragraf Penutup: Nyatakan harapan, tindakan yang diinginkan, atau langkah selanjutnya. Ucapkan terima kasih atas kerja sama atau perhatiannya.
  • Closing: Sincerely, atau Yours faithfully, (sesuaikan dengan salutation)
  • Signature: Tanda tangan (jika dicetak), Nama Lengkap, dan Jabatan/Nama Perusahaan.

Tips: Jaga tone tetap profesional dan sopan. Gunakan bahasa yang precis (tepat) dan hindari ambiguitas. Pastikan data atau informasi yang kamu sampaikan akurat.

Surat Pengaduan (Letter of Complaint)

Surat ini ditulis ketika kamu ingin menyampaikan keluhan tentang produk, layanan, atau masalah lainnya. Tujuannya buat mencari solusi atas masalah tersebut.

customer complaint letter example
Image just for illustration

Struktur Inti:

  • Sender’s Address, Date, Receiver’s Address: (Sama seperti panduan di atas) - Kirim ke departemen yang tepat, biasanya Customer Service atau relevant department.
  • Salutation: Dear Sir/Madam, Dear Customer Service Manager, atau Dear [Nama Manajer yang Relevan]
  • Subject: Subject: Complaint Regarding [Produk/Layanan dan Detail Singkat] (Cth: Complaint Regarding Faulty Product - Order #12345, Complaint About Service Received on 10/10/2023)
  • Body Paragraphs:
    • Paragraf 1: Langsung sebutkan apa yang kamu keluhkan dan kapan kejadiannya (tanggal, waktu jika relevan). Berikan identifikasi produk/layanan (nomor pesanan, nomor seri, nama produk).
    • Paragraf Tengah: Jelaskan secara detail masalah yang terjadi. Berikan fakta-fakta pendukung. Hindari emosi atau bahasa yang menyerang. Tetap objektif dan fokus pada masalahnya. Sebutkan dampak dari masalah tersebut (kerugian, ketidaknyamanan).
    • Paragraf Penutup: Sebutkan solusi apa yang kamu harapkan (pengembalian dana, penggantian produk, perbaikan, kompensasi). Nyatakan tindakan yang kamu harapkan dari mereka dan batas waktu yang wajar untuk merespons. Lampirkan bukti pendukung (foto, scan nota, dll) jika ada.
  • Closing: Sincerely, atau Yours faithfully,
  • Signature: Tanda tangan (jika dicetak) dan Nama Lengkap.

Tips: Bersikap tegas tapi tetap sopan. Berikan semua informasi yang diperlukan agar mereka bisa mengidentifikasi masalah kamu dengan cepat. Simpan salinan surat yang kamu kirim dan bukti pendukungnya.

Kosakata dan Frasa Penting dalam Surat Resmi

Memilih kata-kata yang tepat itu krusial dalam surat resmi. Hindari bahasa gaul atau singkatan. Gunakan kosakata yang lebih formal.

Berikut beberapa contoh perbandingan:

Informal Style Formal Style Makna
Need Require Membutuhkan
Ask for Request Meminta
Talk about Discuss Mendiskusikan
Deal with Handle / Address Menangani
Get Receive / Obtain Menerima / Mendapatkan
Say no to Decline / Reject Menolak
Sorry Apologize Meminta maaf
But However Namun
So Therefore / Thus Oleh karena itu
Also In addition / Furthermore Selain itu
Check Verify / Confirm Memverifikasi / Mengkonfirmasi
Find out Ascertain Memastikan
Start Commence Memulai
End Terminate Mengakhiri
Good points Advantages / Merits Kelebihan

Frasa Pembuka:

  • I am writing to inform you that… (Saya menulis untuk menginformasikan Anda bahwa…)
  • I am writing in reference to… (Saya menulis sehubungan dengan…)
  • Further to our conversation/meeting today… (Sehubungan dengan percakapan/pertemuan kita hari ini…)
  • I am writing on behalf of… (Saya menulis atas nama…)

Frasa di Paragraf Tengah (Menyediakan Info/Argumen):

  • We would be grateful if you could… (Kami akan sangat berterima kasih jika Anda bisa…)
  • Could you please send me…? (Bisakah Anda mengirimkan saya…?)
  • According to our records… (Menurut catatan kami…)
  • Please note that… (Mohon diperhatikan bahwa…)
  • It is important to consider… (Penting untuk mempertimbangkan…)

Frasa Penutup (Menyatakan Harapan/Tindakan):

  • I look forward to hearing from you soon. (Saya menantikan kabar dari Anda segera.)
  • Thank you for your time and consideration. (Terima kasih atas waktu dan pertimbangan Anda.)
  • Please feel free to contact me if you require any further information. (Jangan ragu untuk menghubungi saya jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut.)
  • We await your prompt response. (Kami menantikan tanggapan segera Anda.)

Tips Tambahan Menulis Surat Resmi yang Efektif

Selain struktur dan kosakata, ada beberapa hal lain yang bisa bikin surat resmi kamu makin powerful.

  • Proofread, Proofread, Proofread! Penting banget buat memeriksa ulang surat kamu sebelum dikirim. Kesalahan tata bahasa atau typo bisa ngasih kesan ceroboh dan kurang profesional. Baca ulang beberapa kali, kalau bisa minta teman atau kolega buat bacain juga.
  • Perhatikan Tata Letak (Layout): Gunakan font yang profesional seperti Times New Roman, Arial, atau Calibri dengan ukuran 10 atau 12. Gunakan spasi tunggal (single spacing) antar baris dalam satu paragraf dan spasi ganda (double spacing) antar paragraf atau antar bagian (alamat, tanggal, dll.). Biarkan margin yang cukup di sekeliling teks.
  • Jaga Nada Bicara (Tone): Nada bicara harus professional, polite, and objective. Hindari sarkasme, emosi berlebihan (terutama di surat pengaduan), atau bahasa yang terlalu santai.
  • Ketahuilah Audienmu: Siapa yang akan membaca surat ini? Sesuaikan tingkat formalitas dan detail informasi yang kamu berikan dengan penerima. Surat ke CEO tentu beda sama surat ke HRD atau Customer Service.
  • Konsisten: Pastikan kamu konsisten dalam penggunaan format tanggal (British/American), gaya bahasa, dan ejaan (British/American English, cth: colour vs color, analyse vs analyze).
  • Singkat dan Jelas: Hindari kalimat yang terlalu panjang atau berbelit-belit. Langsung ke intinya, sampaikan informasi dengan jelas, dan akhiri ketika semua poin sudah tersampaikan.

Fakta Menarik Seputar Korespondensi Formal

  • Istilah “Cc” (Carbon Copy) dan “Bcc” (Blind Carbon Copy) yang masih sering dipakai di email itu asalnya dari zaman mesin tik dan kertas karbon, lho! Dulu, kalau mau bikin salinan surat, pakai kertas karbon di antara dua lembar kertas.
  • Penggunaan “Sincerely” dan “Yours faithfully” untuk penutup surat formal itu ada aturannya tergantung kamu tahu nama penerima atau nggak, terutama di British English. Kalau tahu namanya, pakai “Sincerely”. Kalau nggak tahu dan pakai “Dear Sir/Madam”, pakai “Yours faithfully”. Meskipun di American English “Sincerely” lebih sering dipakai secara umum.
  • Surat formal, bahkan di era digital, masih dianggap lebih serius dan memiliki bobot hukum tertentu dibandingkan email atau pesan instan biasa untuk urusan-urusan penting seperti kontrak, pemberitahuan resmi, atau pengaduan formal.

Surat resmi dalam bahasa Inggris itu bukan cuma soal tahu kosakatanya aja, tapi juga memahami budaya komunikasi formal dan struktur yang diterima secara umum. Dengan latihan dan memperhatikan detail-detail kecil, kamu pasti bisa bikin surat resmi yang impresif dan efektif.

Semoga panduan ini membantu kamu ya dalam menulis surat resmi dalam bahasa Inggris. Jangan ragu buat praktik!

Nah, gimana menurut kamu? Ada tips lain soal nulis surat resmi dalam bahasa Inggris? Atau mungkin kamu punya pengalaman menarik? Share di kolom komentar yuk!

Posting Komentar