Contoh Surat Pengunduran Diri Ekskul PMR: Bikin yang Paling Pas Buat Kamu

Table of Contents

Kadang, dalam perjalanan kita menimba ilmu dan berorganisasi di sekolah, ada masanya kita harus membuat keputusan sulit. Salah satunya adalah ketika harus mengundurkan diri dari suatu kegiatan ekstrakurikuler yang kita ikuti, seperti Palang Merah Remaja (PMR). Alasan untuk mengundurkan diri bisa macam-macam, mulai dari padatnya jadwal pelajaran, kondisi kesehatan, atau mungkin ada prioritas lain yang harus dikejar.

Apapun alasannya, mengundurkan diri dari ekskul, apalagi PMR yang punya struktur dan kegiatan rutin, sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik dan formal. Ini bukan cuma soal etika, tapi juga untuk menjaga hubungan baik dengan pembina dan teman-teman sesama anggota PMR. Salah satu cara paling tepat dan sopan adalah dengan menulis surat pengunduran diri resmi. Surat ini berfungsi sebagai pemberitahuan tertulis yang jelas dan bisa menjadi arsip bagi organisasi ekskul tersebut.

Surat Pengunduran Diri Ekskul
Image just for illustration

Kenapa Perlu Surat Pengunduran Diri Ekskul PMR?

Mungkin ada yang berpikir, “Ah, kan cuma ekskul? Nggak perlu formal-formal banget kali ya.” Eits, tunggu dulu. Meskipun ini bukan pekerjaan profesional dengan gaji, ekskul PMR tetaplah sebuah organisasi yang punya aturan, struktur, dan program kerja. Mengundurkan diri tanpa pemberitahuan atau hanya sekadar bilang lisan bisa menimbulkan beberapa masalah.

Pertama, ini soal respek. Menghargai waktu dan usaha pembina serta teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk membimbing dan berorganisasi bersama. Kedua, ini membantu kelancaran organisasi. Dengan adanya surat, pengurus PMR bisa segera mengetahui bahwa ada anggota yang akan non-aktif, sehingga bisa melakukan penyesuaian, misalnya mencari pengganti atau mendistribusikan tugas yang sebelumnya diemban anggota yang mengundurkan diri. Ketiga, untuk diri sendiri. Surat pengunduran diri yang baik menunjukkan sikap tanggung jawab dan profesionalitas sejak dini, kualitas yang penting banget buat masa depan kamu.

Alasan Umum Mengundurkan Diri dari PMR

Mengundurkan diri dari PMR bukanlah hal yang tabu. Banyak alasan valid mengapa seseorang mengambil keputusan ini. Yang penting adalah bagaimana prosesnya dilakukan. Berikut beberapa alasan umum yang sering ditemui:

  • Bentrokan Jadwal: Jadwal ekskul PMR bentrok dengan jadwal les tambahan, bimbingan belajar untuk ujian, atau ekskul lain yang dianggap lebih prioritas.
  • Masalah Kesehatan: Mengalami masalah kesehatan yang memerlukan waktu istirahat atau perawatan intensif, sehingga tidak memungkinkan untuk aktif dalam kegiatan PMR yang kadang memerlukan fisik prima.
  • Pindah Sekolah: Tentu saja, kalau pindah sekolah, otomatis harus mengundurkan diri dari semua kegiatan di sekolah lama, termasuk PMR.
  • Kehilangan Minat: Minat pada kegiatan PMR berkurang atau muncul minat baru pada bidang lain yang ingin ditekuni lebih dalam.
  • Beban Akademik yang Meningkat: Merasa perlu lebih fokus pada pelajaran karena kurikulum semakin berat atau mendekati ujian-ujian penting (seperti Ujian Nasional atau Ujian Sekolah).
  • Prioritas Keluarga: Ada tanggung jawab keluarga yang membutuhkan lebih banyak waktu dan perhatian.
  • Merasa Tidak Cocok: Setelah mencoba beberapa waktu, merasa bahwa kegiatan atau lingkungan di PMR kurang sesuai dengan harapan atau kepribadian.

Apapun alasanmu, pastikan itu adalah keputusan yang sudah dipikirkan matang-matang. Dan ingat, sampaikan dengan baik-baik melalui surat resmi.

Pentingnya Resign Secara Formal

Resign secara formal dengan surat, meskipun untuk ekskul, punya banyak manfaat. Selain yang sudah disebutkan tadi (respek dan kelancaran organisasi), ada juga manfaat jangka panjang. Kamu belajar proses administrasi yang benar, bagaimana berkomunikasi secara formal, dan bagaimana ‘mengakhiri’ sesuatu dengan cara yang positif.

Bayangkan jika kamu tiba-tiba menghilang begitu saja dari kegiatan PMR. Pembina dan teman-teman akan bertanya-tanya. Mungkin mereka akan mencoba menghubungimu, dan ini bisa jadi merepotkan. Dengan surat, semuanya jelas. Kamu memberitahu niatmu, memberikan tanggal efektif, dan menjelaskan alasannya (meskipun ringkas). Ini menutup ‘bab’ keanggotaanmu di PMR dengan rapi.

Selain itu, dalam beberapa kasus, sekolah atau organisasi mungkin punya catatan keaktifan siswa di ekskul. Dengan adanya surat pengunduran diri, statusmu di PMR menjadi jelas: non-aktif per tanggal tertentu karena mengundurkan diri. Ini lebih baik daripada dicatat sebagai anggota yang ‘tidak aktif tanpa keterangan’.

Bagian-Bagian Penting dalam Surat Pengunduran Diri

Surat pengunduran diri, meskipun untuk ekskul, punya format standar yang umum digunakan. Memahami bagian-bagian ini akan membantumu menyusun surat dengan benar.

  1. Tempat dan Tanggal Surat Dibuat: Menunjukkan kapan surat itu ditulis. Contoh: Jakarta, 26 Oktober 2023.
  2. Pihak yang Dituju: Kepada siapa surat ini disampaikan. Biasanya ditujukan kepada Pembina PMR dan/atau Ketua PMR. Pastikan kamu menuliskan nama dan jabatan mereka dengan benar. Contoh: Yth. Bapak/Ibu [Nama Pembina] Pembina PMR [Nama Sekolah] atau Yth. Ketua Ekskul PMR [Nama Sekolah].
  3. Identitas Pengirim: Nama lengkap dan kelas kamu. Jabatanmu di PMR (jika ada) juga bisa dicantumkan.
  4. Perihal/Subjek: Memberitahukan isi surat secara singkat. Contoh: Surat Pengunduran Diri dari Ekskul PMR.
  5. Salam Pembuka: Sapaan formal yang sopan. Contoh: Dengan hormat, atau Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  6. Isi Surat: Ini adalah bagian utama surat.
    • Pernyataan Pengunduran Diri: Menyatakan dengan jelas bahwa kamu mengundurkan diri dari keanggotaan PMR.
    • Tanggal Efektif: Sebutkan tanggal kapan pengunduran diri kamu mulai berlaku. Penting untuk memberikan jeda waktu (misalnya, seminggu atau dua minggu) agar organisasi punya waktu untuk menyesuaikan diri. Ini sering disebut “notice period”.
    • Alasan Pengunduran Diri (Opsional tapi Disarankan): Jelaskan alasanmu secara singkat, umum, dan positif. Tidak perlu detail pribadi, cukup sebutkan kategori alasannya (misalnya, “karena harus fokus pada persiapan ujian sekolah” atau “adanya bentrokan jadwal dengan kegiatan lain”).
    • Ucapan Terima Kasih: Sampaikan terima kasih atas kesempatan, pengalaman, bimbingan, dan ilmu yang didapat selama bergabung di PMR. Ini menunjukkan apresiasi dan meninggalkan kesan positif.
    • Permohonan Maaf: Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan selama menjadi anggota PMR.
  7. Salam Penutup: Sapaan penutup yang sopan. Contoh: Hormat saya, atau Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  8. Tanda Tangan dan Nama Terang: Tanda tangan kamu dan nama lengkap di bawahnya.

Bagian Surat
Image just for illustration

Contoh Surat Pengunduran Diri Ekskul PMR

Berikut adalah dua contoh format surat pengunduran diri dari ekskul PMR. Kamu bisa memilih salah satu atau menggabungkan elemen dari keduanya sesuai kebutuhanmu. Ingat untuk mengganti bagian dalam kurung siku [...] dengan informasi yang sesuai.

Format Sederhana

Surat ini ringkas dan langsung ke poinnya, cocok jika kamu tidak perlu memberikan banyak detail.

[Tempat Dibuat], [Tanggal Dibuat]

Perihal: Surat Pengunduran Diri dari Ekskul PMR

Kepada Yth.
[Nama Pembina]
Pembina Ekskul PMR
[Nama Sekolah Lengkap]
di Tempat

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama lengkap : [Nama Lengkap Kamu]
Kelas : [Kelas Kamu]
NISN : [Nomor Induk Siswa Nasional - Opsional]
Jabatan di PMR : [Jabatan Kamu di PMR, contoh: Anggota Biasa, Anggota Bidang Kesehatan, Staf Divisi - Jika ada, kalau tidak ada tulis saja Anggota Biasa atau kosongi]

Melalui surat ini, saya bermaksud memberitahukan pengunduran diri saya sebagai anggota Ekskul Palang Merah Remaja (PMR) [Nama Sekolah] terhitung sejak tanggal [Tanggal Efektif Pengunduran Diri, beri jeda minimal seminggu dari tanggal surat].

Keputusan ini saya ambil karena [Sebutkan alasan singkat, contoh: adanya kebutuhan untuk lebih fokus pada persiapan studi untuk jenjang selanjutnya / adanya bentrokan jadwal yang tidak dapat dihindari].

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan, bimbingan, ilmu, dan pengalaman berharga yang telah saya dapatkan selama bergabung dengan Ekskul PMR [Nama Sekolah]. Saya memohon maaf apabila selama ini ada kesalahan atau kekurangan dari saya.

Saya berharap Ekskul PMR [Nama Sekolah] dapat terus berkembang dan mencetak anggota-anggota yang berprestasi.

Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(Tanda tangan kamu)

[Nama Lengkap Kamu]

Format Lebih Rinci

Format ini sedikit lebih panjang, bisa menambahkan detail apresiasi atau harapan.

[Tempat Dibuat], [Tanggal Dibuat]

Perihal: Pemberitahuan Pengunduran Diri dari Keanggotaan Ekskul PMR

Yth.
Bapak/Ibu [Nama Pembina atau Jabatan, contoh: Pembina Ekskul PMR]
serta
Seluruh Pengurus dan Anggota Ekskul PMR
[Nama Sekolah Lengkap]
di Tempat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan hormat,

Bersamaan dengan surat ini, saya:
Nama Lengkap : [Nama Lengkap Kamu]
Kelas : [Kelas Kamu]
NISN : [Nomor Induk Siswa Nasional - Opsional]
Jabatan di PMR : [Jabatan Kamu di PMR - Jika ada]

dengan ini memberitahukan bahwa saya mengundurkan diri dari keanggotaan aktif Ekskul Palang Merah Remaja (PMR) [Nama Sekolah], efektif terhitung mulai tanggal [Tanggal Efektif Pengunduran Diri].

Keputusan ini telah saya pertimbangkan dengan matang dan didasari oleh [Jelaskan alasanmu sedikit lebih rinci namun tetap umum dan positif, contoh: kebutuhan untuk mengalokasikan waktu dan energi lebih banyak untuk persiapan ujian akhir sekolah dan kegiatan akademik lainnya / kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus / adanya komitmen di luar sekolah yang tidak dapat saya tinggalkan].

Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menjadi bagian dari keluarga besar PMR [Nama Sekolah]. Selama bergabung, saya telah belajar banyak hal berharga, tidak hanya tentang kepalangmerahan seperti pertolongan pertama dan perawatan keluarga, tetapi juga tentang kerja sama tim, kepemimpinan, empati, dan pentingnya pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman ini akan selalu saya kenang dan menjadi bekal berharga bagi saya di masa depan.

Saya juga ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu Pembina, Pengurus, dan seluruh anggota PMR apabila selama keanggotaan saya terdapat kesalahan, kekurangan, atau hal-hal yang kurang berkenan.

Saya mendoakan agar Ekskul PMR [Nama Sekolah] dapat terus maju, semakin solid, dan terus memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan lingkungan sekitar. Saya berharap tetap dapat menjaga silaturahmi dengan seluruh anggota PMR di kemudian hari.

Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu serta teman-teman sekalian, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat saya,

(Tanda tangan kamu)

[Nama Lengkap Kamu]

Pilih format yang paling sesuai dengan situasimu. Yang terpenting adalah kejelasan niat pengunduran diri, tanggal efektif, dan penyampaian terima kasih serta permohonan maaf.

Tips Menulis Surat Pengunduran Diri yang Baik

Menulis surat pengunduran diri yang baik itu gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar suratmu efektif dan meninggalkan kesan positif.

  1. Jaga Nada Tetap Profesional dan Sopan: Meskipun ini lingkungan sekolah, surat formal harus tetap sopan. Gunakan bahasa yang baku, hindari singkatan atau bahasa gaul, dan tunjukkan rasa hormat kepada penerima surat.
  2. Sebutkan Tanggal Efektif dengan Jelas: Penting untuk memberi tahu kapan kamu benar-benar berhenti aktif. Beri jeda waktu yang wajar (misalnya 1-2 minggu) agar pengurus punya waktu untuk transisi. Jangan mendadak.
  3. Sebutkan Alasan Secara Ringkas dan Umum: Kamu tidak perlu menceritakan seluruh drama kehidupanmu. Cukup sebutkan alasan utamamu secara umum, misalnya “karena fokus studi”, “masalah kesehatan”, atau “bentrok jadwal”. Jaga agar alasannya positif atau netral.
  4. Ucapkan Terima Kasih: Jangan lewatkan bagian ini! Apresiasi bimbingan pembina, ilmu yang didapat, dan momen kebersamaan dengan teman-teman. Ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik.
  5. Tawarkan Bantuan Transisi (Opsional): Jika memungkinkan dan kamu punya peran penting, kamu bisa menawarkan bantuan ringan untuk transisi, misalnya “Saya siap memberikan penjelasan singkat mengenai tugas-tugas saya kepada pengganti saya jika diperlukan.” Tapi jangan berjanji berlebihan jika memang tidak bisa dilakukan.
  6. Koreksi Ulang (Proofread): Sebelum dicetak atau dikirim, baca ulang suratmu baik-baik. Pastikan tidak ada salah ketik (typo), kesalahan tata bahasa, atau kesalahan nama/jabatan. Surat yang rapi menunjukkan keseriusanmu.
  7. Sampaikan Langsung Jika Memungkinkan: Sebaiknya serahkan surat ini langsung kepada Pembina atau Ketua PMR. Ini menunjukkan keseriusanmu dan memungkinkan adanya diskusi singkat jika diperlukan. Jika tidak bisa, pastikan kamu tahu cara penyampaian surat resmi di sekolahmu (misalnya via email resmi ekskul jika ada, tapi lebih baik fisik).
  8. Siapkan Diri untuk Berdiskusi (Opsional): Pembina atau Ketua mungkin ingin berbicara denganmu setelah menerima surat. Siapkan dirimu untuk menjelaskan keputusanmu secara singkat dan sopan, tanpa drama.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Ada beberapa ‘pantangan’ saat menulis atau menyampaikan surat pengunduran diri dari ekskul:

  • Menyalahkan Orang Lain: Jangan gunakan surat ini sebagai ajang komplain atau menyalahkan pembina, pengurus, atau anggota lain atas keputusanmu. Jaga agar isinya fokus pada alasanmu sendiri.
  • Terlalu Emosional atau Negatif: Hindari nada marah, kecewa, atau terlalu sedih. Surat pengunduran diri seharusnya profesional dan tenang.
  • Tidak Memberi Pemberitahuan (Zero Notice): Langsung mengundurkan diri efektif hari itu juga tanpa alasan darurat yang kuat bisa menyulitkan organisasi. Beri jeda waktu yang wajar.
  • Menghilang Begitu Saja: Ini adalah cara terburuk. Tidak hanya tidak sopan, tapi juga bisa membuatmu dicari-cari dan merusak reputasimu.
  • Tidak Jujur (dengan Alasan yang Terlalu Mengada-ada): Lebih baik memberikan alasan yang jujur (namun umum dan sopan) daripada mengarang cerita yang tidak meyakinkan.

Menghindari kesalahan-kesalahan ini akan membantumu mengakhiri keanggotaan di PMR dengan kesan yang baik. Siapa tahu, suatu saat kamu mungkin perlu rekomendasi atau dukungan dari sekolah, dan punya rekam jejak keluar dari kegiatan dengan baik itu penting.

Fakta Menarik tentang PMR

PMR adalah organisasi yang luar biasa. Bergabung di PMR bukan cuma soal seragam dan PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), tapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial. Menarik kan, kalau kita tahu lebih banyak tentang organisasi ini?

Logo PMR
Image just for illustration

Tingkatan PMR

PMR di Indonesia terbagi menjadi tiga tingkatan sesuai jenjang pendidikan:

  • PMR Mula: Untuk siswa setingkat Sekolah Dasar (SD). Fokus kegiatannya lebih pada pengenalan prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan dan latihan ringan.
  • PMR Madya: Untuk siswa setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatannya mulai lebih mendalam, mencakup pertolongan pertama dasar, perawatan keluarga, dan pendidikan remaja sebaya.
  • PMR Wira: Untuk siswa setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Tingkat ini paling mandiri, kegiatannya lebih kompleks seperti pertolongan pertama lanjutan, kesiapsiagaan bencana, donor darah, dan pelatihan peer educator yang lebih intensif.

Masing-masing tingkatan ini punya kurikulum dan materi pelatihan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anggotanya.

Kegiatan Khas PMR

Kegiatan PMR sangat beragam dan bermanfaat. Tidak hanya di sekolah, tapi juga sering berpartisipasi dalam kegiatan PMI (Palang Merah Indonesia) di tingkat kota/kabupaten. Beberapa kegiatan khas PMR antara lain:

  • Pelatihan Pertolongan Pertama (PPPK): Belajar menangani luka ringan, pingsan, patah tulang, dan kondisi darurat medis dasar lainnya. Ini skill yang sangat berguna di kehidupan sehari-hari.
  • Perawatan Keluarga (PK): Belajar cara merawat anggota keluarga yang sakit di rumah, menjaga kebersihan, dan nutrisi.
  • Pendidikan Remaja Sebaya (PRS): Menjadi pendidik sebaya untuk teman-teman di sekolah mengenai isu-isu kesehatan remaja, seperti NAPZA, HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, dan pentingnya donor darah.
  • Kesiapsiagaan Bencana: Belajar apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi, serta peran PMR dalam penanggulangan bencana.
  • Donor Darah: Mengedukasi tentang pentingnya donor darah dan membantu pelaksanaan kegiatan donor darah di sekolah atau lingkungan sekitar (untuk PMR Wira).
  • Aksi Sosial dan Lingkungan: Mengadakan kegiatan bakti sosial, kebersihan lingkungan, atau kampanye kesehatan.
  • Jumbara (Jumpa Bakti Gembira): Ajang pertemuan anggota PMR dari berbagai sekolah untuk berbagi pengalaman, keterampilan, dan mempererat persaudaraan. Ada lomba, bakti masyarakat, dan gembira.

Semua kegiatan ini bertujuan untuk membentuk anggota PMR yang berkarakter, peduli, dan siap menjadi agen perubahan positif di lingkungannya.

Prinsip Dasar Kepalangmerahan

Sebagai bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, anggota PMR juga diajarkan dan diharapkan menjunjung tinggi 7 Prinsip Dasar Gerakan, yaitu:

  1. Kemanusiaan: Memberikan pertolongan tanpa membedakan.
  2. Kesamaan: Tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan, atau pandangan politik.
  3. Kenetralan: Tidak memihak dalam pertentangan apapun.
  4. Kemandirian: Bertindak sesuai prinsip sendiri.
  5. Kesukarelaan: Memberikan pelayanan tanpa mengharapkan keuntungan.
  6. Kesatuan: Hanya ada satu perhimpunan di setiap negara.
  7. Kesemestaan: Gerakan bersifat mendunia, setara, dan bertanggung jawab.

Mempelajari dan menginternalisasi prinsip-prinsip ini adalah salah satu hal paling berharga dari bergabung dengan PMR.

Setelah Surat Disampaikan: Apa Selanjutnya?

Setelah surat pengunduran diri kamu diterima oleh Pembina atau Ketua PMR, ada beberapa kemungkinan yang terjadi:

  • Diskusi Singkat: Pembina atau Ketua mungkin akan memanggilmu untuk berbicara sebentar. Mereka mungkin ingin memastikan alasanmu, menanyakan apakah ada hal yang bisa dibantu, atau sekadar mengucapkan terima kasih dan mendoakan yang terbaik. Hadapi ini dengan tenang dan sampaikan niatmu dengan sopan.
  • Pencatatan Administrasi: Pengurus akan mencatat pengunduran dirimu dalam daftar anggota. Inilah fungsi utama surat formal.
  • Transisi Tugas (Jika Ada Jabatan): Jika kamu punya jabatan atau tanggung jawab spesifik di PMR (misalnya ketua divisi, bendahara, dll.), Pembina atau Ketua akan berdiskusi tentang bagaimana tugas-tugas tersebut akan dialihkan. Bersiaplah untuk memberikan penjelasan atau data yang diperlukan.
  • Perpisahan dengan Teman-teman: Sampaikan keputusanmu kepada teman-teman dekat di PMR secara pribadi. Ucapkan terima kasih atas kebersamaan dan jaga silaturahmi.

Intinya, setelah surat disampaikan, prosesnya biasanya berjalan lancar asalkan kamu sudah menyampaikan surat tersebut dengan baik dan mengikuti etika yang ada. Kamu sudah menyelesaikan proses pengunduran dirimu dengan bertanggung jawab.

Diagram Proses Pengunduran Diri Sederhana

Berikut adalah diagram sederhana alur proses pengunduran diri dari ekskul:

mermaid graph LR A[Anggota Memutuskan Mengundurkan Diri] --> B{Buat Surat Pengunduran Diri?}; B -- Ya --> C[Tulis Surat Sesuai Format]; C --> D[Tentukan Tanggal Efektif]; D --> E[Sampaikan Surat ke Pembina/Ketua]; E --> F{Pembina/Ketua Terima?}; F -- Ya --> G[Diskusi Singkat (Opsional)]; G --> H[Pencatatan Administrasi]; H --> I[Transisi Tugas (Jika Relevan)]; I --> J[Pengunduran Diri Resmi Efektif]; B -- Tidak --> K[Tidak Melakukan Apa-apa/Menghilang]; K --> L[Status Tidak Jelas/Potensi Masalah]; J --> M[Tetap Jaga Silaturahmi]; L --> M[Kesulitan Jaga Silaturahmi];

Diagram ini menunjukkan bahwa proses melalui surat formal (jalur A -> B -> C -> D -> E -> F -> G -> H -> I -> J) adalah jalur yang lebih baik dibandingkan hanya menghilang (jalur A -> B -> K -> L).

Tabel Perbandingan Tingkatan PMR

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai tingkatan PMR yang tadi dibahas, berikut tabel perbandingannya:

Aspek PMR Mula (SD) PMR Madya (SMP) PMR Wira (SMA)
Usia/Jenjang 10 - 12 tahun (SD) 12 - 15 tahun (SMP) 15 - 17 tahun (SMA)
Seragam Pita/Syal Hijau Pita/Syal Biru Pita/Syal Kuning
Fokus Materi Pengenalan Dasar, Kemanusiaan Pertolongan Pertama Dasar, PK, PRS Pertolongan Pertama Lanjutan, Kesiapsiagaan Bencana, Donor Darah, PRS Intensif
Kegiatan Khas Belajar Sambil Bermain Bakti Sosial, Pelatihan Dasar Donor Darah Sukarela, Advokasi
Peran Agen Perubahan Kecil Pendidik Sebaya, Peer Supporter Relawan Muda, Peer Educator

Table ini bisa memberikan gambaran betapa PMR itu organisasi yang terstruktur dan kegiatannya makin meningkat sesuai usia.

Mengundurkan diri dari ekskul PMR memang keputusan yang perlu dipertimbangkan. Tapi kalau memang itu yang terbaik, lakukanlah dengan cara yang benar dan sopan. Surat pengunduran diri adalah langkah awal yang penting. Dengan panduan dan contoh di atas, semoga kamu jadi lebih pede untuk menyusunnya. Ingat, keluar dari organisasi dengan baik itu sama pentingnya dengan saat kita memutuskan untuk bergabung.

Gimana, udah kebayang cara bikin suratnya kan? Ada pertanyaan atau pengalaman lain yang mau dibagi soal mengundurkan diri dari ekskul? Yuk, ngobrol di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar